

inNalar.com – Proyek Strategis Nasional di wilayah Kalimantan Timur hingga saat ini terus digarap oleh berbagai pihak yang berwenang.
Proyek-proyek yang digarap di Kalimantan Timur tersebut diproyeksikan untuk menumbuhkan perekonomian negara Indonesia nantinya.
Digarap berbagai pihak, Proyek Strategis Nasional juga banyak yang dilaksanakanoleh perusahaan-perusahaan raksasa asing.
Baca Juga: Harta Kekayaan Capai Rp287,1 Miliar, Walikota Manado Sulawesi Utara Ini Luas Tanahnya Bikin Melongo
Salah satu PSN di Kalimantan Timur yang saat ini digarap perusahaan asing adalah Proyek Coal to Methanol.
Proyek tersebut diketahui digarap oleh PT . APEK (Air Product East Kalimantan).
Perusahaan tersebut merupakan salah satu konsorsium perusahaan Air Products and Chemicals Inc asal Amerika.
Selain perusahaan tersebut, perusahaan lainnya yang ikut menggarap proyek di atas adalah PT. Bakrie Capital, dan PT. Itchaca Resources.
Jika ditelusuri, proyek yang ditempatkan di Kalimantan Timur tersebut diperuntukan dalam pembangunan pabrik konversi batubara berkapasitas 6 juta ton/tahun menjadi sebuah methanol 2 juta ton/tahun.
Melansir dari laman resmi Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Prioritas, disebutkan bahwa proyek tersebut menelan anggaran sebesar 2,2 Miliar USD.
Jika disetarakan ke rupiah, nilai investasi tersebut sama dengan Rp 28 Triliun.
Nah, mengenai lokasi pastinya, proyek senilai Rp 28 Triliun tersebut bertempat di Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur.
Proyek Industri Coal to Methanol atau CTM akan dikembangkan di Kawasan Industri BCIP.
Luasnya dari kawasan industri tersebut sendiri diketahui sebesar 92,3 hektare.
Rencananya, Perindustrian methanol di Kalimantan Timur tersebut ditargetkan mampu memiliki kapasitas sebesar 5.500 TPD atau setara dengan 1,8 TPY.
Sekedar informasi bahwa methanol sendiri merupakan bahan baku yang sangat penting dalam kegiatan industri, termasuk diantaranya industri plastik.
Ditargetkan, Proyek Coal to Methanol ini dapat segera dioperasikan pada tahun 2024 mendatang.
Beroperasinya Coal to Methanol nantinya diharapkan mampu mendorong substitusi impor dan menghemat devisa negara.
Itulah sekilah informasi mengenai Proyek Coal to Methanol di Kalimantan Timur.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi