

inNalar.com – Salah satu bandara di Indonesia yang memiliki sejarah pembangunan terpanjang adalah bandara yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Bandara di Balikpapan Kalimantan Timur ini telah dibuka sejak tanggal 6 Agustus 1997.
Menurut sejarah pembangunannya, bandara di Balikpapan Kalimantan Timur ini ternyata dibangun di atas lahan bekas Perusahaan Minyak seluas 300 hektare.
Lahan Perusahaan Minyak seluas 300 hektare di Balikpapan Kalimantan Timur tersebut dulunya hak atas tanahnya diakui oleh Pemerintah Belanda.
Dilansir dari laman web dephub.go.id, bandara internasional di Balikpapan Kalimantan Timur ini dikelola oleh PT.Angkasa Pura I.
Diketahui bandara internasional di Balikpapan Kalimantan Timur ini telah mengalami renovasi sebanyak 2 kali.
Renovasi pertama bandara ini dilakukan pada tahun 1991 hingga tahun 1994.
Sedangkan renovasi kedua dari bandara internasional tersebut dilakukan pada tahun 1996 hingga 1997.
Awalnya bandara internasional di Balikpapan Kalimantan Timur ini diberi nama Bandara Internasional Sepinggan.
Baca Juga: Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan, Pasar Apung di Banjarmasin Ini Masih Gunakan Sistem Barter?
Namun pada bulan September 2014, bandara ini namanya diganti menjadi Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
Yang mana peresmian namanya tersebut dilakukan oleh Presiden ke-enam Republik Indonesia, yakni Susilo Bambang Yudhoyono.
Bandara internasional di Balikpapan Kalimantan Timur ini melayani beberapa daerah di sekitar sana.
Yakni beberapa daerah tersebut adalah Kabupaten Penajam, Paser Utara,
Kota Balikpapan, dan Kota Nusantara.
Diproyeksikan bandara internasional di Balikpapan Kalimantan Timur ini akan menjadi salah satu dari tiga gerbang udara menuju ibu kota negara yang baru nantinya.
Beberapa fasilitas bandara yang disediakan di bandara ini diantaranya ada Gedung EMPU, Perkantoran, Gedung VIP, dan Pengolahan Limbah Cair (STP).***