Lahan Perkebunan di Palembang, Sumatera Selatan Ini Disulap Jadi Bandara Internasional Senilai Rp 366,7 Miliar

inNalar.com – Bandara Internasional di Palembang, Sumatera Selatan telah ada sejak tahun 1990 dan menjadi salah satu bandara paling tua.

Mengambil nama dari seorang pahlawan, Bandara Internasional di Palembang ini dikenal dengan nama Sultan Mahmud Badaruddin II.

Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Sumatera Selatan ini mulanya adalah sebuah tanah perkebunan.

Baca Juga: Harumkan Indonesia, Universitas Ternama di Bandung Ini Kembangkan Mesin Turbojet Pertama Buatan Anak Bangsa

Karena adanya sebuah konsesi, akhirnya lahan perkebunan tersebut menjadi milik Palembang Maatschappij dan sebidang lahannya dijadikan sebuah bandara.

Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II sendiri merupakan sebuah bandara dengan skala besar di Sumatera Selatan.

Bandar udara tersebut melayani penerbangan ke arah Kota Pelembang yang ada di Sumatera Selatan hingga wilayah di sekitarnya.

Baca Juga: Serasa dari Lemari Es, Air Terjun di Sulawesi Selatan Ini Memiliki Panorama Indah Bak Surga Tersembunyi

Awal mula dibangunnya Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II ini adalah karena adanya penerbangan bangsa Belanda dari Eropa ke Hindia Belanda selama 20 jam.

Oleh karena itu, karena Kota Pelmbang memiliki lahan perkebunan, maka sebidang lahan diserahkan untuk dijadikan lapangan terbang.

Lapangan udara tersebut akhirnya menjadi Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II pada tanggal 1 Januari 1950.

Baca Juga: Hanya Ada di Sulawesi Selatan, Wisata Pegunungan Ini Diakui oleh UNESCO, Memiliki Daya Tarik Wisatawan

Namun, peresmian Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang ini dilakukan pada 1 Januari 1990, dimana terdapat cerita dibaliknya.

Kala itu, Indonesia, tepatnya Provinsi Sumatera Selatan terpilih sebagai tuan rumah PON XVI yang diselenggarakan pada tahun 2004.

Akibat hal itu, pemerintah akhirnya berupaya untuk memperbesar kapasitas Bandara internasional yang ada di Kota Palembang.

Proyek pembesaran kapasitas bandara di Kota Pelambang tersebut dengan mengembangkan gedung terminal baru Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.

Pengembangan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Pelmbang ini menghabiskan dana hingga Rp 366,7 miliar.

Dana sebesar Rp 251,9 miliar didapatkan dari Japan International Bank, sedangkan dana sebesar Rp 114,8 miliar didapatkan dari dana pendamping APBN.

Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang masih beroperasi hingga saat ini dan menjadi salah satu kebanggan Sumatera Selatan.***

Rekomendasi