

InNalar.com – Orang-orang pasti tahu, jika perang di daerah jalur Gaza kembali bergejolak.
Ya, perang tersebut merupakan pertikaian yang terjadi antara Palestina dengan Israel yang sudah berlangsung lebih dari 70 tahun.
Karena itu, kini Muhammadiyah kembali memberikan bantuan pada Palestina.
Bahkan bantuannya tersebut bukanlah yang pertama, melainkan ini merupakan periode yang kedua.
Diketahui kemarin pada tahun 2018, Muhammadiyah telah memberikan bantuan sebesar Rp27 miliar pada periode pertama.
Berlanjut pada tahun ini ditengah perang dengan Israel bergejolak kembali, organisasi masyarakat ini lagi-lagi memberikan bantuannya di periode kedua.
Adapun bantuan yang diberikan pada periode kedua yaitu sebesar Rp13 miliar.
Pemberian bantuan pada periode kedua ini akan diberikan pada wakil dari Palestina.
Dilansir InNalar.com dari laman resmi Muhammadiyah, jika menggabungkan kedua periode tersebut, maka Muhammadiyah telah memberikan bantuan sebesar Rp40 miliar.
Perlu diketahui, pada tahun 2018 sebenarnya Muhammadiyah telah memberikan bantuan dalam bentuk yang berbeda-beda.
Berdasarkan informasi dari situs Lazismu Jawa Timur, yang menyalurkan zakat dan infaq milik Muhammadiyah, diketahui lembaga ini Pada 17 Mei 2018 telah memberikan dana bantuan untuk pendidikan mahasiswa di Universitas Gaza.
Tidak hanya itu, karena lembaga tersebut juga telah berhasil memberikan bantuan dalam bentuk yang berbeda-beda di waktu setelahnya.
Salah satunya adalah di waktu ini ketika perang di Gaza terjadi kembali pada tahun 2023.
Seperti yang diketahui, sebenarnya hubungan diplomatik Indonesia dengan Palestina juga sudah berlangsung sejak lama.
Pemberian bantuan pada negara di Timur Tengah itu pun sebenarnya juga telah dilakukan oleh organisasi lain.
Salah satunya adalah Medical Emergency Rescue Committee, atau biasanya dikenal juga sebagai MER – C.
Bergerak di bidang kesehatan, Organisasi ini telah ada sejak 14 Agustus 1999.
Bahkan bantuan yang diberikannya adalah fasilitas serta pelayanan kesehatan yaitu rumah sakit Indonesia di daerah Gaza Utara.***