Laba Bersihnya Anjlok Rp6,5 Miliar, PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) Catatkan Pertambahan Besaran Utang

inNalar.com – PT Indo Oil Perkasa Tbk atau OILS merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi minyak kopra.

Didirikan pada tahun 2016, produk PT Indo Oil Perkasa Tbk telah diekspor ke berbagai negara seperti Tiongkok, Srilanka, dan sebagainya.

Dilansir inNalar.com dari idx.co.id, OILS secara perdana melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021.

Baca Juga: PGN LNG Gandeng Hoegh Lampung Optimalkan Pengelolaan Terminal LNG Terapung, Pasok Gas ke Berbagai Lokasi, Mana Saja?

Pada periode terbaru, perseroan telah mengumumkan kinerja perusahaan melalui laporan keuangan resminya.

Bersumber dari laporan keuangan resminya, PT Indo Oil Perkasa Tbk mencatatkan jumlah penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp469,6 miliar.

Sementara itu, beban pokok penjualannya mencapai Rp437,4 miliar.

Baca Juga: Berdiri sejak 1890-an, Masjid Tertua di Balikpapan Ini Ternyata Pernah Dijatuhi Bom, Tapi…

Jumlah penjualan dikurangkan dengan beban pokok penjualan, maka diketahui jumlah laba kotornya.

Laba kotor perseroan ini mencapai Rp32,2 miliar dan jumlah tersebut dikurangkan kembali dengan berbagai beban termasuk pajak.

Diketahui bahwa jumlah laba bersih OILS pada triwulan III 2023 mencapai Rp5,7 miliar.

Baca Juga: Luas Terminal 770 M2, Bandara Terluar Kepulauan Riau Ini Ada di Perbatasan Singapura dan Malaysia, Bakal Mampu Didarati Pesawat Berbadan Besar

Angka tersebut melorot Rp6,5 miliar dari laba bersih perusahaan tahun lalu sebesar Rp12,2 miliar.

Alami penurunan jumlah laba bersih, diketahui jumlah utang perusahaan ini semakin membengkan.

Besaran utang jangka pendek OILS sebesar Rp88,7 miliar pada September 2023.

Baca Juga: Ikat Dana Rp1,32 Triliun, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD-T) di Palembang Sumatera Selatan Ini Hasil Kolaborasi RI – Australia

Sementara itu, jumlah utang jangka panjang perusahaan ini sebesar Rp9,9 miliar.

Jadi, secara keseluruhan jumlah utang PT Indo Oil Perkasa Tbk sebesar Rp98,7 miliar.

Jumlah tersebut berada di atas jumlah utang perusahaan tahun lalu yang hanya sebesar Rp75,1 miliar.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]