Laba Bersihnya Anjlok 43,26 Persen, Besaran Utang PT Duta Pertiwi Nusantara Alami Penurunan

inNalar.com – Pada triwulan III, diketahui PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) telah mengumumkan laporan keuangan resminya.

Bersumber dari laporan keuangannya di IDX, jumlah penjualan dan pendapatan usaha PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada triwulan III 2023, jumlah penjualan dan pendapatan usaha korporasi ini mencapai Rp Rp87 miliar.

Baca Juga: Smelter Nikel Senilai USD 1,04 Miliar di Morowali Garapan Perusahaan Patungan RI-China Meledak! Adakah Korban Jiwa?

Jika dibandingkan dari tahun lalu, angka penjualan dan pendapatan usaha korporasi ini mencapai Rp160 miliar.

Sementara itu, jumlah beban pokok penjualannya sebesar Rp62 miliar, sementara tahun lalu sebesar Rp113 miliar.

Jumlah laba kotor korporasi ini pada September 2023 sebesar Rp25,4 miliar.

Baca Juga: Berdiri sejak 1839, Masjid Tertua di Lampung Ini Bahan Bangunannya Menggunakan Campuran Telur Ayam?

Jika jumlah tersebut dikurangkan kembali dengan berbagai beban, termasuk pajak maka laba bersihnya mencapai Rp12 miliar.

Sedangkan pada tahun 2022 lalu, jumlah keuntungan bersih DPNS mencapai Rp24,4 miliar.

Bisa dibilang jumlah laba bersih perusahaan ini anjlok sekitar 43,26 persen.

Baca Juga: Nilai Investasinya Rp500 Miliar, Pabrik Pengolahan Gas di Jawa Tengah Ini Diharapkan Bisa Serap Tenaga Kerja Sekitar, Kapan Rampung?

Alami penurunan laba bersih, PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk catatkan penurunan jumlah utang.

Jumlah utang jangka pendek perusahaan ini mencapai Rp9,2 miliar.

Sementara itu, pada tahun lalu diperiode yang sama jumlah utangnya mencapai Rp29,8 miliar.

Baca Juga: Biaya Investasinya Rp24,6 Triliun, Proyek Tol Mangkrak Sepanjang 96,84 Km di Bali Kembali Jadi Dapat Atensi Publik, Kenapa?

Besaran utang jangka panjang perusahaan ini sebesar Rp50,3 miliar.

Pada Desember 2022, jumlah utang jangka panjang DPNS lebih kecil yakni Rp45,8 miliar.

Secara keseluruhan, jumlah utang DPNS mencapai Rp59,6 miliar sementara pada tahun lalu mencapai Rp75,7 miliar.

Baca Juga: Masuk Anggaran Rp11,44 Triliun, IPA Sepaku Semoi di Penajam Paser Utara Bakal Dilengkapi 2 Reservoir Berkapasitas Jumbo, Intip Progresnya

Bisa dibilang, jumlah utang korporasi ini turun sekitar Rp16 miliar. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]