
inNalar.com – Belakangan ini Mendikdasmen Abdul Mu’ti sedang merombak kurikulum di Indonesia.
Perubahan kurikulum memang sering sekali diperbaiki setiap pergantian jabatan pemerintahan.
Di Indonesia telah mengalami perubahan kurikulum sejak 1947, 1952, 1964, 1968, 1973, 1975, 1984, 1994, 1997, 2004, 2013, dan yang terakhir kurikulum merdeka.
Baca Juga: Undip Lengserkan Unpad dari Top 5, Begini Urutan 20 Kampus Terbaik di Indonesia Versi Edurank
Hal ini banyak menimbulkan pertanyaan di masyarakat, apa sebenarnya yang salah dari sistem pembelajaran di Indonesia?
Salah satu pengamat pendidikan Indonesia yaitu Doni Koesoema menjelaskan bahwa kurikulum di Indonesia ini salah kaprah.
Menyadur dari kanal Youtube Pendidikan Karakter Utuh, Doni menjelaskan tiga poin utama terkait permasalahan kurikulum.
1. Perubahan kurikulum tidak berjalan berkesinambung
Menurut sang pengamat, hal ini sering terjadi karena kebiasaan dari pemerintah yang kerap kali merubah kurikulum apabila ganti Menteri.
2. Kurikulum dirubah secara serantak, seluruh jenjang pendidikan, dan terlihat tergesa-gesa.
Hal ini menurut Doni, menandakan pemerintah tidak memiliki fokus kepada materi yang esensial.
3. Perubahan kurikulum seringkali hanya terfokus pada diksi-diksi baru.
Doni Koesoema menegaskan bahwa, ini menunjukan perubahan kurikulum hanya mentok pada level istilah dan penamaan saja.
Seharusnya pemerintah bisa lebih fokus terhadap substansi dan makna dari kurikulum tersebut.
Dunia pendidikan Indonesia memang saat ini sedang dalam proses pengembangan dan penataan yang dilakukan oleh Mendikdasmen.
Baca Juga: Pramono Anung-Rano Karno Siap Uji Coba Sekolah Swasta Gratis di Jakarta TA 2025/2026 Mendatang
Mendikdasmen nantinya akan merubah metode pendidikan di Indonesia menjadi Deep Learning.
Sebagai informasi, metode Deep Learning ini adalah sebuah metode belajar yang memaksimalkan kinerja pada otak manusia.
Deep Learning memiliki tujuan agar seluruh murid dapat menyerap ilmu dengan sebaik-baiknya dan mampu menerapkan di masyarakat.
Baca Juga: 3 Jurusan Kuliah Terbaik Buat Anak Perempuan, Lulusannya Berpotensi Kerja Bergaji Dollar dan WFH
Demikian informasi mengenai perkembangan kurikulum di Indonesia, bagaimana tanggapan Anda? ***