Kuras Rp253,2 Miliar, PUPR Kebut Penataan KSPN Borobudur Tahap 2 di Jawa Tengah, Bakal Punya Kampung Seni dan Museum?

inNalar.com – Candi Borobudur adalah salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional atau KSPN yang memiliki potensi pengembangan wisata cukup tinggi secara nasional.

Candi populer yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini nantinya dapat mendongkrak pertumbuhan sosial, budaya, hingga ekonomi di daerah tersebut.

Saat ini sendiri daerah pariwisata tersebut tengah diterapkan tiga program khusus dari Kementerian PUPR.

Baca Juga: Usai Cuan Merekah Rp11,45 Triliun, PT Adhi Karya Lanjut Kongsi Bareng Emiten Asing Buat Garap Proyek Bernilai Jumbo di Maluku Utara, Apa Itu?

Mulai dari akses jalan, penataan kawasan, hingga peningkatan kualitas “homestay”.

Melansir dari Antara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengembangkan daerah wisata ini lewat pembangunan infrastruktur sumber daya air, jembatan, jalan, pemukiman, dan perumahan.

Adapun tiga program yang dijalankan ini pertama yakni akses jalan tol serta non-tol. Tujuannya untuk memudahkan para wisatawan saat ingin berkunjung ke lokasi.

Baca Juga: Media Vietnam ‘Panas Dalam’ Sebut Lolosnya Timnas Indonesia ke Babak 16 Besar Piala Asia 2023 Dibantu Dewi Fortuna

Kedua yaitu meningkatkan kualitas atas rumah-rumah masyarakat menjadi homestay atau pondok wisata.

Penataan atau pembangunan homestay ini sendiri dilakukan di sepanjang koridor Borobudur agar nantinya dapat meningkatkan potensi usaha di bidang ini.

Adapun program ketiga yang diharapkan dijalankan oleh Menteri Basuki adalah penataan kawasan pariwisata.

Baca Juga: Media Vietnam Soroti Momen Emosional Timnas Indonesia Usai Dipastikan Melaju ke 16 Besar Piala Asia 2023

Ia berharap bahwa infrastruktur yang dibangun tersebut mampu meningkatkan pelestarian cagar budaya hingga mengubah wajah kawasan menjadi lebih bagus.

Tidak hanya itu, program KPSN Borobudur ini nantinya juga akan menambah rasa nyaman bagi para wisatawan lokal maupun dari luar negeri.

Sekarang ini sendiri PUPR tengah melanjutkan penataan KSPN Borobudur untuk tahap kedua. Yakni lewat penataan Musuem di Kujon dan Kampung Seni Borobudur.

Baca Juga: Prediksi Las Palmas vs Real Madrid di Liga Spanyol 2023-2024: Los Blancos Dibayang-bayangi Rekor Apik Lawan

Lingkup pekerjaan lainnya yakni penataan Lapangan Olahraga Kujon sebagai lapangan pengganti hingga Zona 2-Kawasan Candi Borobudur.

Pembangunannya pun sudah dilakukan sejak tahun 2023 lalu dengan target selesai di tahun ini.

Adapun progresnya telah mencapai 4,3 persen dengan anggaran yang sudah dialokasikan sebanyak Rp253,2 Miliar.

Baca Juga: Tekan Emisi GRK 1,05 juta ton CO2e, Perkembangan Program ‘Cofiring EBTKE’ di Indonesia Naik Drastis, Siap Transisi ke Energi Hijau?

Sedangkan untuk KPSN Borobudur tahap pertama telah diselesaikan sejak Desember 2021 lalu dengan biaya sekitar Rp119,5 miliar.

Penataan tahap pertama yang telah selesai ini meliputi penyediaaan SPAM dengan kapasitas 100 liter per detik untuk melayani 12 desa di Magelang, Jateng.

Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM ini dapat memenuhi kebutuhan air minum bagi masyarakat yang ada di sekitar area pariwisata.

Baca Juga: Perencanaannya Sejak 2014, Bendungan Senilai Rp1,24 Triliun di Mamuju Tengah Ini Progresnya Baru 30 Persen

Selain itu, telah dibangun pula Tempat Pengolahan Sampah Redude-Reuse-Recycle atau TPS3R di 12 desa untuk meningkatkan kebersihan dan pengelolaan sampah yang baik.***

 

Rekomendasi