Kuras Rp1,45 Triliun, Bendungan Megah di Aceh Ini Bakal Aliri Persawahan 11.950 Hektar hingga Suplai Air Baku untuk 22.848 Jiwa

inNalar.com – Salah satu infrastruktur yang saat ini tengah diselesaikan pembangunannya adalah Bendungan Rukoh.

Bendungan Rukoh sendiri terletak di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh yang dibangun dengan manfaat sebagai sumber pengairan lahan irigasi sekaligus penangkal banjir.

Proyek ini berlokasi di area aliran Sungai Rukoh yang juga dihubungkan dengan Sungai Tiro sehingga keduanya dapat saling beroperasi.

Baca Juga: Disebut Kota Impian, Megaproyek Rp278 Triliun di Jawa Barat Justru Diduga Mangkrak Karena Kasus Tak Kunjung Rampung?

Nantinya, air dari Tiro dialirkan ke Rukoh. Rukoh sendiri memiliki kapasitas bendungan cukup besar tetapi debit sungainya cenderung kecil.

Sementara itu, Tiro mempunyai kapasitas bendungan kecil akan tetapi debit sungainya cukup besar.

Dengan begitu, potensi banjir yang ada di Tiro dapat diminimalisir sekaligus dimanfaatkan untuk irigasi di Rukoh.

Baca Juga: Potensi Hemat Devisa Rp8,7 Triliun, Megaproyek Gasifikasi Batu Bara DME di Tanjung Enim Sumatera Selatan Ini Ditinggal Investor AS, Lirik China?

Melansir dari laman PUPR, Bendungan Rukoh nantinya akan mengaliri area persawahan seluas 11.950 hektare.

Khususnya area sawah yang ada di Kecamatan Kembang Tanjong yakni kawasan paling hilir di Daerah Irigasi Baro Raya.

Tentu dengan hadirnya penampung air ini diharapkan dapat menjadikan intensitas tanam semakin meningkat.

Baca Juga: Bisa Kurangi Investasi Sampai Rp700 Juta! Smelter Alumunium di Kalimantan Utara Ini Hasilkan Produksi 700 Ribu Ton

Jika awalnya hanya satu kali per tahun maka bisa menjadi tiga kali per tahun karena ketersediaan airnya sudah terjamin dari Bendungan Rukoh.

Bendungan Rukoh juga dibangun dengan mempertimbangkan keadaan alam di sekitarnya.

Walaupun bendungan dibangun dengan menggunakan material beton dan lainnya akan tetapi pembangunannya tetap memperhatikan lingkungannya.

Baca Juga: Punya Kapasitas 1,36 MWp, PLTS di Bangka Belitung Milik Kencana Energy Ini Bakal Pasok Listrik hingga 1,62 Gwh per Tahunnya

Termasuk dengan tidak merusak hutan atau menebang area pohon jika memang tidak diperlukan.

Bendungan ini sendiri tercatat sebagai salah satu Proyek Strategis Nasonal di tanah air.

Adapun pengerjaannya melalui 2 paket. Untuk paket yang pertama memiliki nilai kontrak Rp337 miliar. Sedangkan paket 2 sebesar Rp1,12 triliun.

Baca Juga: Habiskan Anggaran Fantastis Rp1,4 Triliun, Pembangunan Bendungan Baru di NTB Ini Malah Sempat Bikin Banjir?

Dengan begitu, total biaya yang dihabiskan untuk membangun bendungan ini sekitar Rp1,45 triliun lebih.

Bendungan ini memiliki ketinggian 87 meter serta panjang puncak totalnya 220 meter.

Kehadiran bendungan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih serta menyediakan air baku bagi penduduk sebesar 0,90 m3/detik untuk 22.848 jiwa.

Baca Juga: Awalnya Cuma Rumput, Kalimantan Utara Investasikan Rp100 Miliar Guna Bangun Bandara, Lokasinya…

Tepatnya masyarakat yang ada di Kecamatan Titue maupun kecamatan sekitarnya di Kab. Pidie, Provinsi Aceh.

Bendungan Rukoh juga berpotensi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA dengan kapasitas sebesar 1,22 MegaWatt (MW).

Kehadirannya juga diproyeksikan mampu menangkal masalah banjir di Kab. Pidie sekaligus menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat sekitar. ***

 

Rekomendasi