

inNalar.com – Warga Kalimantan Timur patut berbangga, karena tahun ini pemerintah bakal siapkan anggaran jumbo untuk mulai memprogres proyek kereta api.
Salah satu trase yang bakal terhubung dengan jaringan moda transportasi ini di antaranya adalah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Balikpapan.
Sesuai Perpres RI Nomor 64 Tahun 2022, infrastruktur yang menjadi fokusan pemerintah pusat tidak hanya berkutat pada jalan tol dan huniannya saja.
Namun juga meliputi pengembangan jalur kereta api regional yang nantinya diharapkan dapat menghubungkan beberapa wilayah di IKN itu sendiri.
Selain itu juga bakal menghubungkan antara Ibu Kota Nusantara dengan beberapa kota penyangganya.
Jadi jaringan jalur kereta api di ibu kota baru nantinya terdiri dari KA antarkota dan KA dalam perkotaan.
Sebagai gambarannya, jalur kereta api antarkota ini direncanakan bakal ada beberapa daerah yang terhubung antara lain sebagai berikut.
Jalur KA antar kota bakal menghubungkan Banjarmasin, Pantai Lango di Penajam, Karang Joang di Balikpapan, Sp. Samboja di Kutai Kartanegara, dan Kota Samarinda.
Selain itu dari IKN sendiri nantinya akan ada jalur yang terhubung dari WP KIPP menuju WP IKN Barat dan WP IKN Timur 1.
Baca Juga: Bangun Pabrik Senilai Rp9,2 Triliun, Jumlah Utang PT Merdeka Battery Materials Makin Membengkak
Dilanjut lagi menuju Sp. Samboja sampai dengan Karang Joang hingga menembus Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
Adapun untuk rancangan jalur kereta api perkotaan meliputi WP KIPP menuju WP IKN bagian Barat, kemudian di Timur 1 dan 2, serta belahan Utara.
Hingga akhirnya jalur kereta api ini menghubungkan belahan barat dan timur WP Ibu Kota Nusantara 2.
Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim HM Syafranuddin mengungkapkan keoptimisannya bahwa ke depannya moda transportasi kereta api di Kalimantan Timur, khususnya IKN akan berkembang pesat.
Sebab, wilayahnya tidak hanya memiliki peluang mengangkut orang saja, tetapi banyak hasil bumi yang juga akan membutuhkan jasa pengangkutan menggunakan moda transportasi ini.
Jadi mudahnya bakal ada jenis kereta api bandara yang jalurnya akan mengitari stasiun perkotaan. Lalu, rutenya akan mengelilingi Balikpapan hingga nantinya bertemu di titik Karang Joang.
Lintasannya pun bakal membentang hingga 46,18 kilometer. Sementara untuk KA perkotaan Balikpapan – IKN akan memiliki total lintasan sepanjang 161,95 kilometer.
Mengenai progres proyek yang bakal sedot anggaran hingga Rp9,8 triliun ini, melansir dari KPBU Kemenkeu bahwa untuk Bulan Juni hingga September 2024 targetnya sudah masuk tahap transaksi.
Terlihat JICA dari Jepang pun kini sedang melakukan kajian terhadap proyek pembangunan jaringan jalur kereta api di IKN.
Lalu, target selanjutnya adalah financial close sekitar Bulan Januari 2025 dan konstruksi bertahap diharapkan bakal mulai dari tahun tersebut hingga 2050.
Perlu diketahui, rentang 2025 cukup penting karena masa ini pihak Kementerian Perhubungan menyusun Feasibility Study selama setahun.
Diyakini dengan adanya fasilitas kereta api baal memikat 3,59 juta penumpang setiap tahunnya pada 2030 nantinya.***