

inNalar.com – Kementerian PUPR tengah menyelesaikan beberapa bendungan di Indonesia dan salah satunya berada di Aceh.
Bendungan baru di Aceh ini dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Keureuto.
Lokasinya berada di Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara.
Pembangunannya dimulai pada tahun 2015 melalui empat paket dengan kontraktor yang berbeda.
Di paket pertama dan kedua dikerjakan oleh PT Brantas Apbipraya-PT Pelita Nusa Perkasa dan PT Wijaya Karya.
Sementara itu untuk paket kedua dan ketiga dikerjakan oleh Hutama Karya-Perapen dan Abipraya-Indra-Nusa.
Baca Juga: Telan Dana Rp310 Miliar, Smelter Pertama di Kalimantan Tengah Ini Dipasok Listrik PLN 39 MVA
Waduk ini memiliki kapasitas tampung 215,94 juta/m3 dan dirancang untuk memiliki tampungan khusus banjir.
Dilansir inNalar.com dari PUPR, tampungan khusus banjir itu sekitar 30,39 juta m3 atau sebesar 501,49 m3/detik.
Hal tersebut memungkinkan waduk ini mampu mengurangi debit banjir sampai dengan periode ulang 50 tahun di Kawasan Aceh Utara.
Selain itu, bendungan ini akan menyediakan air baku dengan kapasitas 0,5 m³ per detik.
Bendungan Keureuto juga akan difungsikan untuk menyediakan air irigasi yang mampu mengairi lahan seluas 9.420 hektar.
Dibangun dengan berbagai fungsi, biaya pembangunannya mencapai angka fantastis.
Dana yang digelontorkan pemerintah melalui APBN untuk merealisasikan waduk ini mencapai Rp2,68 triliun.
Namun, menghabiskan dana hingga triliunan ternyata pembangunan bendungan Keureuto ini sempat berhenti.
Berhentinya pembangunan waduk ini dikarenakan permasalahan pembebasan lahan yang cukup sulit.
Namun, pemerintah berhasil mengatasi hambatan tersebut dan ditargetkan bisa beroperasi akhir tahun 2023.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi