

inNalar.com – Bendungan Randugunting terletak di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.
Bendungan Randugunting ini memiliki kapasitas tampung mencapai 14,43 juta m3 serta luas genangan 187,19 hektare.
Melansir dari laman resmi Kementerian PUPR, Bendungan Randugunting sebenarnya sudah sejak tahun 1990-an lalu direncanakan untuk menambah suplai bagi dua daerah kering.
Adapun dua daerah rawan kering tersebut adalah Kabupaten Blora dan Kabupaten Rembang.
Nantinya, bendungan ini dapat bermanfaat untuk mengairi lahan pertanian pada kawasan kering Kabupaten Blora dan Rembang melalui Daerah Irigasi (DI) Kedungsapen.
Kabupaten Blora dan Kabupaten Rembang sendiri memang termasuk daerah yang rawan kering atau langka akan air.
Dengan hadirnya proyek ini, maka dapat memberikan suplai air baku sebanyak 200 liter per detik.
Bendungan tersebut juga berfungsi sebagai irigasi lahan seluas 670 hektare.
Lokasinya pun dapat dijadikan sebagai pengembangan pariwisata maupun agrowisata di daerah sekitar.
Tidak hanya itu, bendungan ini juga akan dijadikan sebagai area untuk mereduksi banjir hingga 75%. Yaitu setara dengan 81 m3 per detik.
Bendungan Randugunting juga dapat berfungsi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menggunakan sistem solar panel.
Kehadirananya sendiri efektif mendukung penyediaan air baku di Kabupaten Pati sebanyak 50 liter per detik dan Kabupaten Rembang 50 liter per detik.
Diikuti juga Kabupaten Blora sebanyak 100 liter per detik.
Kemudian saat musim hujan tiba, bendungan ini dapat dimanfaatkan sebagai area yang efektif menapung air hujan.
Dengan begitu, air hujan tidak akan sia-sia lagi terbuang ke laut.
Bendungan ini dapat digunakan sebagai tampungan cadangan air di daerah Blora. Terutama pada wilayah yang sering kekeringan.
Proyek ini sendiri termasuk salah satu Program Strategis Nasional (PSN).
Pembangunan proyeknya sendiri dilakukan oleh PT Wijaya Karya dan PT Andesmont Sakti menggunakan dana APBN senilai Rp880 miliar.
Adapun penanggung jawabnya yaitu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Kementerian PUPR, dan Ditjen Sumber Daya Air.
Proses pembangunannya pun sudah mulai dikerjakan sejak tahun 2018.
Kemudian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo tepat pada Rabu (5/1/22) lalu.***