Kuras Anggaran Rp19 Miliar, Jembatan di Kabupaten Timor Tengah Utara NTT Ini Mangkrak Sampai Buat Warga Geram

inNalar.com – Sebuah proyek mangkrak di Kabupaten Timor Tengah Utara NTT pernah buat warga geram.

Jembatan Naen merupakan proyek yang dibangun di Desa Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Proyek tersebut dibangun untuk membuka akses jalan menurut terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN).

Baca Juga: Efisiensi 326 Ribu USD, Emiten Low Tuck Kwong Rangkul 2 Perusahaan Energi Demi Realisasi Proyek PLTS di Senyiur Kalimantan Timur

Terminal tersebut terletak di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Pada mulanya, Jembatan Naen sudah dibangun sejak tahun 2020, tetapi sempat tertunda.

Hingga pada tahun 2021 dibangun kembali jembatan di NTT tersebut yang saat ini menjadi proyek yang sempat mangkrak.

Baca Juga: Laba Bersih Terjun Rp11 Triliun, BYAN Teguh Akuisisi 75 Persen Emiten Berbasis di Balikpapan Kalimantan Timur, Ternyata Pemiliknya…

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran hingga Rp19.200.000.000 atau Rp19,2 miliar untuk proyek jembatan ini. Hal ini diketahui melalui laman resmi Badan Pemeriksa Keuangan NTT.

Pembangunan yang tak kunjung rampung pada saat itu mengundang protes warga Kefamenanu.

Bahkan pernah ada kasus puluhan warga menyambangi tempat yang digunakan sebagai lokasi pembangunan dan menyampaikan keluhan mereka.

Baca Juga: Bukan Gregoria Mariska, Pebulutangkis Ini Jadi The Real Kuda Hitam Paling Mengerikan Sepanjang Tahun 2023

Proyek ini telah dikerjakan sejak Juli 2021 dan seharusnya dijadwalkan rampung Desember 2021.

Akan tetapi, hingga bulan Januari 2022 pengerjaan proyek belum juga selesai dilakukan.

Meskipun jembatan ini sempat mangkrak, tetapi hingga akhir bulan Maret proyek tersebut telah dikerjakan dan hampir selesai.

Baca Juga: GGRM Gelontorkan Rp13 Triliun Buat Proyek Bandara di Kediri Jawa Timur, Tapi Bosnya Ditagih Ganti Rugi Rp232 M Gegara Kredit Macet, Benarkah?

Proses pembangunan jembatan tersebut hanya tersisa finishing yang akan dikerjakan oleh kontraktor.

Dengan dilanjutkannya proyek ini, warga tidak harus memutar hingga 10 kilometer agar bisa sampai ke wilayah kota.

Dengan memanfaatkan Jembatan Naen, masyarakat hanya perlu menempuh jarak 2 kilometer untuk mencapai kota. ***

 

Rekomendasi