

inNalar.com – JPM (Jembatan Penyeberangan Multiguna) Dukuh Atas di Jakarta sudah diresmikan dan beroperasi sejak akhir bulan Agustus 2023 lalu.
Dalam rangka menyemarakan peresmian JPM Dukuh Atas, sedang berlangsung festival kuliner nusantara dengan tema “Jalur Negeri Rasa” selama satu bulan ke depan.
JPM Dukuh Atas Jakarta merupakan proyek konstruksi dalam pengembangan Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas.
Dalam pembangunan JPM Dukuh Atas Jakarta terdiri dari tiga zona, yaitu zona 1 tekoneksi dengan Stasiun LRT Jabodebek dan Dukuh Atas.
Zona 2 terhubung dengan Jembatan Jalan Galunggung dan Jembatan Banjir Kanal, dan zona 3 terkoneksi langsung dengan Stasiun Sudirman.
Sehingga, JPM Dukuh Atas Jakarta menghubungkan akses para penumpang ke Transjakarta, KAI Commuter Line, dan LRT Jabodebek.
JPM Dukuh Atas Jakarta di desain dengan memperhatikan prioritas konektivitas, ramah pejalan kaki, pesepeda, dan pusat area komersial.
Tujuannya untuk dapat memudahkan konektivitas masyarakat dalam menggunakan transportasi terintegrasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Disamping itu, dilansir dari lama website bptj.dephub.go.id, JPM Dukuh Atas Jakarta Pusat dibangun pakai skema bundling dengan revitalisasi Stasiun KRL Sudirman.
BPTJ Jabodetabek mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil dari hasil dari kajian rekomendasi, bahwa jika opsi pembangunan JPM saja kurang menarik perhatian investor.
Dengan begitu, diputuskan pembangunan JPM Dukuh Atas satu paket bundling dengan revitalisasi Stasiun KRL Sudirman.
Yang pengerjaannya diawali dengan membangun JPM Dukuh Atas, kemudian dilanjutkan dengan revitalisasi KRL Sudirman.
JPM Dukuh Atas berdiri kokoh dengan bentangan kurang lebih 265 meter dengan anggaran sebesar Rp98 miliar rupiah.
Anggaran dana yang didapat bukan dari APBD (Anggaran Pendapatan Berskala Daerah) maupun APBN (Anggaran Pendapatan Berskala Nasional), melainkan menggunakan creative financing.
Dengan rampungnya JPM Dukuh Atas Jakarta diharapkan membawa dampak positif pada lalu lintas kota maupun lingkungan.***