Kupas Tuntas Histori Singkat Patung Bidadari di Taman Dedari Bali yang Sering Jadi Tempat Foto Prewedding

inNalar.com – Setiap sudut Provinsi Bali memiliki ciri khas histori yang berbeda. Namun, terdapat kemegahan, keindahan, dan keunikannya tersendiri.

Salah satu tempat di Bali yang historinya perlu diketahui para khalayak adalah Taman Dedari di berada Kawasan Ubud.

Taman Dedari ini sebenarnya merupakan sebuah restoran yang menyajikan makanan khas daerah Bali.

Baca Juga: Polusi Udara di Jabodetabek Tak Kunjung Usai, Warga Jakarta Waspada Terpapar Penyakit! Ini Tips Jaga Kesehatan

Taman Dedari sendiri terdapat patung bidadari berjumlah 50 buah yang berdiri megah, indah, dan kokoh. 

Pembagian 50 patung bidadari terdiri dari empat patung berukuran besar dengan tinggi 10 meter, empat patung lainnya memiliki tinggi sekitar 5-6 meter, dan 42 patung sisanya berukuran kecil. 

Patung-patung berukuran kecil dibangun berderet sampai ke tepi sungai sehingga menambah kesan mewah dan indah.

Baca Juga: Mengenal Filosofi Stoicisme: Sebuah Ajaran Agar Hidup Bahagia, Tenang dan Terhindar dari Overthinking

Oleh sebab itu, Taman Dedari, Bali ini tak jarang dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Bali.

Selain dijadikan sebagai destinasi wisata, patung bidadari di Taman Dedari juga sering jadi tempat foto prewedding bagi para couple.

Dibalik kemegahan dan keindahan patung bidadari di Taman Dedari, tersimpan histori singkat.

Baca Juga: Eks Walikota Medan Berlomba Menuju Senayan dari Dapil Sumatera Utara 1, Ada Mantan Koruptor?

Histori tersebut adalah cerita perjalanan Resi Markandeya dari Gunung Dieng melewati Gunung Raung, lalu berjalan ke arah Timur, menuju Gunung Agung di Bali.

Ketika di Bali, Resi Markandeya melakukan spiritual atau meditasi di pinggir sungai.

Pada saat meditasi itu, Resi Markandeya melihat pancaran cahaya bagai tempat para dewa berstana.

Di sungai itu pula, Resi Markandeya melihat bidadari turun dari langit, sehingga sungai tersebut diberi nama Sungai Ayung, yang artinya ayu atau indah.

Pembuatan patung bidadari di Taman Dedari Bali seolah menyatu dengan memberikan gambaran akan suasana pada masa itu.

Patung bidadari ini pun dibuat dengan ditandai sebagai bentuk aktualisasi legenda Seri Markandeya.

Acara peresmian patung bidadari di Taman Dedari Bali juga dilakukan upacara adat dengan tujuan supaya umat Hinda bisa menjadikan sebagai tempat sakral.

Jadi bukan hanya dijadikan sebagai tempat wisata saja, tapi merupakan tempat yang suci.

Para wisatawan yang berdatangan pun dilarang untuk berbuat hal aneh termasuk mengotori wilaya sekitar patung bidadari di Taman Dedari, Bali.*** 

 

 

Rekomendasi