Kupang Gelontorkan Rp33 M, Pemprov NTT Bangun Fasilitas Pendukung Huntap Bagi Warga Terdampak Badai

 

inNalar.com – Akibat terjadinya bencana Badai Siklon Tropis Seroja di Kupang, pemerintah NTT melakukan pembangunan fasilitas hunian tetap.

Pembangunan fasilitas pemukiman untuk masyarakat Kupang salah satunya dilakukan di dua desa, yaitu Desa Bokong dan Desa Saukibe.

Dilansir dari laman resmi PUPR, diketahui terdapat 124 unit rumah khusus di Desa Saukibe, Kupang.

Baca Juga: Wakil Gubernur NTB Gelontorkan Dana Rp1 M Demi Mobil Mewah, Ternyata Harta Tanah dan Bangunan Capai Rp27 M

Rumah khusus yang dibangun dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat di Desa Saukibe menghabiskan lahan seluas 3,09 Ha.

Kemudian di Desa Bokong terdapat 45 unit rumah khusus yang dibangun di atas lahan seluas 1,3 Ha.

Pembangunan fasilitas pasca bencana badai di Kupang, NTT ini juga sebagai upaya menghadirkan pemukiman baru.

Baca Juga: Adu Harta Pimpinan NTB, Gubernur Kalah Jauh dengan Wakilnya? Total Kekayaan Zulkieflimansyah Hanya Rp 6,7 M

Bahkan hunian tetap yang dibangun untuk masyarakat yang terdampak badai di Kupang juga dilengkapi oleh beberapa fasilitas.

Fasilitas yang dimaksud meliputi jaringan air bersih dan sanitasi komunal, sambungan listrik rumah, dan pagar pengaman.

Selain itu, terdapat pula fasilitas seperti jalan lingkungan dan drainase, tempat sampah, dan penerangan jalan umum.

Baca Juga: Bikin Meleleh! 5 Nama Daerah di Jawa Timur Ini Ternyata Memiliki Kepanjangan Tak Terduga, Arti Surabaya…

PUPR juga mendirikan beberapa fasilitas umum atau fasilitas sosial seperti balai warga hingga tempat peribadatan.

Pembangunan fasilitas pendukung hunian tetap untuk Desa Bokong dan Desa Saukibe di NTT ini telah selesai.

Diketahui bahwa anggaran yang dikeluarkan APBN untuk pembangunan fasilitas pendukung huntap ini mencapai Rp 33 miliar.

Desa Bokong di Kabupaten Kupang sendiri telah menyelesaikan pembangunan pada tanggal 9 Juni 2021.

Sedangkan Desa Saukibe menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung huntap pada 31 Agustus 2022.

Dengan dibangunnya rumah khusus tersebut, diharapkan warga yang terdampak badai dapat tinggal dengan aman dan nyaman.***

Rekomendasi