

inNalar.com – Masih melanjutkan pembahasan tentang kunci jawaban Buku Bupena Bahasa Indonesia kelas 12, kali ini kita beranjak pada halaman 124.
Jika pada artikel sebelumnya kita membahas kunci jawaban Buku Bupena Bahasa Indonesia kelas 12 Bab 6 aktivitas 1 teks A, kali ini kita akan membahas teks B.
Pada artikel kunci jawaban Buku Bupena Bahasa Indonesia kelas 12 Bab 6 aktivitas 1 teks B kali ini, terdapat referensi dari 8 pertanyaan yang harus dijawab.
Namun perlu diingat bahwa kunci jawaban yang ada di sini sifatnya hanya sebagai referensi untuk menjawab soal di Buku Bupena Bahasa Indonesia kelas 12 Bab 6 aktivitas 1 teks B.
Sebaiknya, sebelum menggunakan kunci jawaban Buku Bupena Bahasa Indonesia kelas 12 Bab 6 aktivitas 1 teks B di artikel ini, cobalah jawab soal terlebih dahulu semampunya.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Buku Bupena, Bab 6 Aktivitas 1 Teks A Halaman 121
Buku Bupena yang digunakan di sini terdaftar dengan seri ISBN 9786024349516 yang terbit edisi 2020.
Penggunaan kurikulum pada Buku Bupena ini merupakan edisi revisi dari kurikulum 2013. Buku ini ditulis oleh Alex Suryanta.
Simak selengkapnya kunci jawaban dari Buku Bupena Bahasa Indonesia kelas 12 Bab 6 aktivitas 1 teks B halaman 124 pada artikel ini.
1. Karya sastra di atas adalah karya sastra dalam bentuk novel.
2. Aspek yang dianggap dan dikritik adalah mengenai tata kebahasaan, pelataran, dan pengisahan atau alur cerita.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Buku Bupena, Bab 5 Aktivitas 3 Pertanyaan 5 Halaman 111
3. Kekurangan:
– Tata kebahasaan yang masih ada kesalahan
– Penjelasan salah satu latar terlalu terperinci yang terlihat seperti berlebih-lebihan
Kelebihan:
– Memiliki keunikan menggunakan belahan pada setiap babnya
– Cerita yang sangat rinci
– Penokohan dibuat bernalar
– Mampu menjelmakan pengalaman jiwa manusia ke dalam kata
4. Keunikan novel upacara daripada novel lainnya adalah penggunaan istilah belahan untuk setiap babnya.
Dalam setiap belahan didapatkan informasi lengkap tentang tiap upacara.
5. Penilaian penulis terhadap karya yang dievaluasi adalah Novel ini berhasil tidak hanya karena bersumber pada mitos, tetapi karena mampu menjelmakan pengalaman jiwa manusia ke dalam kata.
Walaupun ada beberapa ada kekurangan, namun novel ini dianggap berhasil.
6. Penilaian terhadap majas perbandingan di atas adalah penggunakan majas perbandingan pada novel tersebut sudah tepat dan baru yang menarik seperti “Lamin bagai pentas konser yang brengsek”.
7. Letak kreativitas penulis pada novel Upacara adalah meskipun penulis menggunakan tokoh utama sebagai pencerita orang pertama, ternyata pengalaman batin tokoh di luar “aku” pun hadir dengan terperinci. Ia menciptakan jembatan yang bernalar.
8. Dalam kritik tersebut banyak disebut istilah sastra diantaranya adalah:
– Penggunaan istilah belahan pada setiap babnya
– Penggunaan majas perbandingan yang sudah tepat
– Penggunakan tanda tanya diawal kalimat apabila bukan monolog terlihat membosankan
Disclaimer:
Kunci jawaban yang ada di artikel ini belum pasti kebenarannya, karena hanya bersifat sebagai referensi.
inNalar.com tidak bertanggung jawab jika ada kesalahan jawaban.
***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi