

inNalar.com – Setelah memahami soal cerita halaman 3 – 7, artikel kunci jawaban Bahasa Indonesia kali ini akan berlatih mengidentifikasi informasi dari teks.
Para murid kelas 6 SD diminta untuk membaca teks berjudul “Sekilas Sejarah Bahasa Indonesia” dari buku paket berbasis Kurikulum Merdeka di halaman 18.
Kemudian pada halaman 17, kamu bisa mengintip kunci jawaban dari soal bacaan dari teks berjudul “Bahasaku Bahasa Indonesia”.
Baca Juga: Kunci Jawaban Buku Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka Bab 3 Halaman 56
Setelah menyimak bacaan tersebut, ada lima pertanyaan yang perlu dijawab.
Usai jawab pertanyaan, kamu akan diminta menyisipkan baris mana yang telah menjadi referensi jawabanmu.
Mengapa tugas ini diberlakukan ya? Rupanya dengan kita melewati proses membaca itu kita jadi mampu untuk mengidentifikasi sebuah informasi.
Baca Juga: Tugas Menulis Surat, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Bab 1 Halaman 19 20 Kurikulum Merdeka
Untuk memudahkan, perhatikan teks yang akan menjadi rujukan informasi dari soal cerita, yaitu teks berjudul “Sekilas Sejarah Bahasa Indonesia”.
Kunci Jawaban Halaman 16
Sejak kapan bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional?
Jawaban:
Bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional pada tanggal 28 Oktober 1928, bertepatan dengan Sumpah Pemuda.
Kedudukannya sebagai bahasa negara dinyatakan pada tanggal 18 Agustus 1945 saat Undang-Undang Dasar 1945 disahkan.
Informasi di atas didapatkan dari paragraf 1 baris ke-1 untuk kelahiran Bahasa Indonesia.
Informasi tentang penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional didapatkan dari paragraf 3 baris ke-4.
Bahasa apa yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia?
Jawaban:
Bahasa Melayu menjadi cikal bakal bahasa Indonesia. Secara teknis, yang disebut bahasa Indonesia pada saat itu adalah bahasa Melayu Modern.
Mengapa bahasa Indonesia yang dipilih menjadi bahasa
nasional, bukan bahasa dari penjajah Belanda?
Jawaban:
Bahasa Indonesia dipilih sebagai bahasa nasional untuk melepaskan diri dari identitas yang dibentuk oleh penjajah.
Selain itu, bahasa Belanda hanya dikuasai oleh sebagian kecil orang dan tidak meluas. Bahasa Melayu sudah dikenal luas sebagai lingua franca di kepulauan nusantara.
Informasi di atas disimpulkan dari paragraf 5 baris pertama.
Mengapa bahasa Jawa tidak dipilih menjadi bahasa
nasional meskipun jumlah penuturnya (pembicaranya)
sangat besar?
Jawaban:
Bahasa Jawa tidak dipilih karena memiliki tingkatan tutur yang menunjukkan status sosial, sementara bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia bersifat egaliter dan tidak membedakan derajat penuturnya.
Selain itu, bahasa Melayu sudah menyebar luas dan digunakan secara luas di seluruh nusantara.
Informasi di atas disimpulkan dari paragraf ke-7.
Apa yang dimaksud dengan Lingua Franca?
Jawaban:
Lingua Franca adalah istilah yang artinya bahasa perhubungan atau bahasa yang menjembatani pihak-pihak yang menggunakan bahasa yang berbeda.
Baca Juga: Cerita Tentang Fobia, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Bab 1 Halaman 13 14 Kurikulum Merdeka
Dalam konteks ini, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa perhubungan di kepulauan nusantara dan kawasan Asia Tenggara.
Informasi di atas didapatkan dari paragraf ke-7.
Mengapa bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa yang
egaliter?
Jawaban:
Bahasa Indonesia disebut egaliter karena tidak mempunyai tingkat tutur seperti yang ada dalam bahasa Jawa.
Bahasa ini sederhana dan tidak menganggap satu kelompok lebih tinggi derajatnya dibanding kelompok yang lain. Hal ini membuat bahasa Indonesia setara bagi semua penuturnya.
Informasi di atas didapatkan dari paragraf ke-8.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi