Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 11 12 13: Membaca Laporan Hasil Observasi ‘Kunang-Kunang’

inNalar.com – Artikel kunci jawaban berikut akan membantu siswa kelas 10 SMA mengerjakan tugas Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka.

Tugas yang diuraikan dalam kunci jawaban berikut diambil dari buku paket Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Bab I.

Sebelum membuka kunci jawaban berikut, ada baiknya teman-teman membuka buku Bahasa Indonesia halaman 11 untuk melihat instruksi soalnya.

Baca Juga: Gak Cuma Mistis, Kampung Pasar Setan di Banjarnegara Rupanya Memendam Jejak ‘Harta Karun’ Ini

Pada halaman 11, dijelaskan bahwa kalian akan mengidentifikasi makna kata beserta informasi faktual yang ada di dalam Laporan Hasil Observasi berjudul “Kunang-Kunang”.

Pada kegiatan kali ini, kalian hanya perlu membaca dan menganalisis teks tersebut.

Namun bukan sekadar membaca, kegiatan ini dapat mengasah dan melatih ketajaman analisis dan pikiran kritismu.

Baca Juga: PNBP Minerba RI Tembus Rp172,96 Triliun Berkat Nikel, Daerah di Pelosok Sulawesi Tenggara Ini ‘Peti’ Cuannya?

Jadi bacalah teks “Kunang-Kunang” dari buku Bahasa Indonesia halaman 12-13 dengan saksama agar kamu dapat mengikuti instruksi soalnya.

Inilah kunci jawaban dari soal yang diinstruksikan pada halaman 12.

Instruksi

Baca Juga: Analisis Struktur Teks Sungai Sa’ua, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Edisi Revisi Kelas 10 SMA Halaman 10-11 Kurikulum Merdeka

Langkah pertama, tuliskan judul teks yang akan kalian baca.

Maka tulislah… “Kunang-Kunang” di bagian tengah atas kertas Laporan Hasil Observasimu.

Langkah kedua, Tuliskan pertanyaan Adiksimba (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana) yang muncul saat kalian membaca judul teks.

Baca Juga: Teks ‘Belalang Anggrek’, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 5 6 7 8 Kurikulum Merdeka

Maka pertanyaannya bisa berbentuk seperti ini. Ingat, pertanyaan dapat berupa perkiraan saat kamu membaca judul “Kunang-Kunang”.

Jawaban:
1. Apa yang membuat kunang-kunang dapat bercahaya?

2. Di mana habitat alami kunang-kunang?

Baca Juga: Ada ‘Gunung Emas’ di Sumatera Barat Setinggi 2.919 Meter Yang Sudah Digali Sejak Era Kolonial Belanda

3. Kapan kunang-kunang biasanya menampakkan cahaya mereka?

4. Siapa pemangsa utama kunang-kunang?

5. Mengapa kunang-kunang menggunakan cahaya sebagai alat komunikasi?

Baca Juga: 4 Provinsi Dengan Potensial Platina Terbesar di Indonesia, ‘Harta Karun’ Paling Jumbo Ada di Kalimantan Timur!

6. Bagaimana proses kunang-kunang menghasilkan cahaya dari tubuhnya?

Setelah membaca, jawaban dari pertanyaan di atas adalah sebagai berikut.

1. Kunang-kunang dapat bercahaya karena menghasilkan “sinar dingin” yang tidak mengandung ultraviolet atau sinar inframerah.

Cahaya yang mereka keluarkan akan jelas terlihat pada malam hari.

2. Habitat alami kunang-kunang terletak di tempat-tempat lembab seperti rawa-rawa, hutan bakau, dan daerah yang dipenuhi pepohonan.

Mereka juga ditemukan di daerah perkuburan dengan tanah yang relatif gembur dan tidak banyak terganggu oleh aktivitas manusia.

3. Kunang-kunang biasanya menampakkan cahaya mereka pada malam hari, meskipun ada beberapa spesies yang beraktivitas di siang hari tetapi tidak mengeluarkan cahaya.

4. Teks tidak secara spesifik menyebutkan siapa pemangsa utama kunang-kunang.

Akan tetapi, disebutkan bahwa kunang-kunang menggunakan cahayanya untuk memberi peringatan kepada pemangsa bahwa mereka tidak enak dimakan.

5. Kunang-kunang menggunakan cahaya sebagai alat komunikasi untuk memberi peringatan kepada pemangsa tentang rasa yang tidak enak dan untuk menarik pasangan.

Betina berkelap-kelip untuk mengundang pejantan dan setelah pejantan mendekat, sang betina memangsanya.

6. Proses penghasilan cahaya oleh kunang-kunang terjadi melalui fenomena bioluminescence, di mana cahaya dihasilkan sebagai hasil dari reaksi kimia yang melibatkan enzim dan substrat dalam tubuhnya, menghasilkan cahaya tanpa panas yang disebut “sinar dingin”.

4. Buatlah ringkasan dari setiap paragraf.

Jawaban:
Paragraf 1
Kunang-kunang adalah serangga yang bercahaya, dikenal dengan cahaya “dingin” mereka yang efektif di malam hari.

Paragraf 2
Habitat alami mereka termasuk area lembab seperti rawa dan hutan bakau, sering ditemukan di area yang tenang dan tidak terganggu.

Paragraf 3
Reproduksi kunang-kunang berlangsung dalam kegelapan, dengan telur yang diletakkan di permukaan yang berbeda.

Paragraf 4
Kunang-kunang kebanyakan aktif di malam hari, dengan beberapa yang tidak bercahaya di siang hari.

Paragraf 5
Deskripsi fisik dan ukuran kunang-kunang, termasuk perbedaan antara jantan dan betina.

Paragraf 6
Diet kunang-kunang yang bervariasi termasuk cairan tumbuhan dan hewan kecil, termasuk kanibalisme.

Paragraf 7
Penggunaan cahaya oleh kunang-kunang sebagai alat komunikasi dan pertahanan.

Paragraf 8
Peran ekologis kunang-kunang sebagai bioindikator dan pembantu dalam pertanian.***

Rekomendasi