

inNalar.com – Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI halaman 103 bab 4 bisa Anda pelajari dalam artikel ini.
Materi buku Bahasa Indonesia kelas 6 hal 103 mengajarkan bahwa industri fast fashion sering kali mempekerjakan buruh dengan upah yang tidak layak, terutama di negara-negara Asia.
Selain itu, ada masalah serius terkait eksploitasi pekerja anak di bawah umur.
Baca Juga: Kementerian Kesehatan Buka Formasi CPNS 2024 untuk Lulusan SMA, Simak Gaji dan Kuota Penerimaannya
Pembelajaran dalam buku kelas 6 Kurikulum Merdeka ini mengingatkan kita untuk lebih kritis terhadap asal-usul pakaian yang kita beli dan dampak sosial di baliknya.
Lebih lanjut, peserta didik belajar terkait fast fashion yang berdampak negatif terhadap lingkungan, termasuk penggunaan air yang berlebihan dan polusi yang dihasilkan dari proses produksi.
Dengan memahami ini, kita belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menjadi konsumen yang bertanggung jawab dalam memilih dan menggunakan produk fesyen.
Baca Juga: Daftar 6 Kementerian Sepi Peminat CPNS 2024: Peluang Besar Lolos Sebagai ASN
Para siswa kelas 6 juga akan mengetahui bagaimana cara mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan konsumsi.
Sebagai pedoman belajar, berikut inNalar.com sajikan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 SD halaman 103 Kurikulum Merdeka.
Sebelum melihat jawaban di bawah ini, para siswa kelas 6 SD dapat mengerjakan soal-soal latihan secara mandiri terlebih dahulu.
Baca Juga: Profil Andika Perkasa, Eks Panglima TNI yang Resmi Diusung PDIP Melenggang di Pilgub Jateng 2024
Pernahkah kamu mendengar tentang Fast Fashion? Fast dalam bahasa Inggris
artinya ‘cepat’, sementara fashion adalah padanan kata dari ‘fesyen’ atau ‘mode’.
Fast Fashion adalah pakaian yang diproduksi dalam siklus yang cepat dan masif
oleh industri pakaian demi tren terbaru di masyarakat. Biasanya, pakaian ini
harganya murah dan kualitasnya tidak begitu bagus.
Industri fesyen siap pakai ini melibatkan banyak buruh di pabrik garmen.
Sebesar 34% pekerja berada di wilayah Asia.
Sebagian besar di antaranya tidak mendapatkan upah yang layak. Selain itu, beberapa pengusaha mempekerjakan anak-anak di bawah usia 18 tahun.
Selain kontroversi di sektor sosial, industri fesyen ini juga mempunyai dampak
buruk pada lingkungan. Proses pembuatan pakaian membutuhkan banyak sekali
air. Misalnya untuk memproduksi 1 potong kaus katun dibutuhkan 2.700 liter
air yang setara dengan air minum satu orang selama 2,5 tahun.
Proses produksi baju juga menghasilkan emisi yang besar dan menghasilkan limbah plastik dalam bentuk mikrofiber.
Untuk mengurangi dampak buruk dari fesyen siap pakai, kita bisa berkontribusi
dengan memilih pakaian dari bahan katun organik, mengurangi membeli baju
baru, dan mendaur ulang pakaian yang sudah tidak terpakai.
Amati infografik tersebut dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
1. Apa yang dimaksud dengan fast fashion?
Jawaban:
Fast fashion adalah pakaian yang diproduksi dalam siklus yang cepat dan masif oleh industri pakaian demi mengikuti tren terbaru di masyarakat. Pakaian ini biasanya dijual dengan harga murah, tetapi kualitasnya tidak begitu bagus.
2. Sebutkan dampak sosial dari industri fast fashion!
Jawaban:
Dampak sosial dari industri fast fashion termasuk upah yang tidak layak bagi pekerja, dengan 34% pekerja berada di wilayah Asia. Selain itu, ada juga isu pekerja anak di bawah usia 18 tahun yang dipekerjakan di pabrik garmen.
3. Apa dampak lingkungan dari industri ini?
Jawaban:
Dampak lingkungan dari industri fast fashion termasuk penggunaan air yang sangat banyak (misalnya, 2.700 liter air untuk memproduksi satu potong kaus katun) dan emisi besar serta limbah plastik dalam bentuk mikrofiber yang dihasilkan selama proses produksi.
4. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak buruk industri fesyen siap pakai ini?
Jawaban:
Kita bisa mengurangi dampak buruk industri fesyen siap pakai dengan memilih pakaian dari bahan katun organik, mengurangi pembelian baju baru, dan mendaur ulang pakaian yang sudah tidak terpakai.