

inNalar.com – Kamar jenazah yang terdapat di Rumah Sakit Al-Shifa, terletak di kawasan Rimal Utara Kota Gaza saat ini sudah tidak tersedia lagi
Kamar jenazah tersebut sudah penuh dengan para jenazah syuhada di dalam sebuah kantong plastik putih yang menyerupai kain kafan.
Penuhnya kulkas lemari es jenazah tersebut membuat para tim medis terpaksa untuk menumpuk jenazah syuhada di lantai.
Pegawai tersebut tidak dapat menutup laci tempat kaki seorang martir jangkung terlihat. Di sebelahnya ada tumpukan bagian tubuh salah satu martir yang gugur dalam salah satu penggerebekan Israel.
Israel kini telah telah mengumumkan perang dengan Hamas, sejak kelompok pejuang Hamas Palestina melancarkan serangan ke beberapa kota di Israel pada Sabtu 7 Desember 2023 kemarin.
Lalu banyaknya warga Palestina tewas di Jalur Gaza dalam serangan dari balasan Israel yang terus dilakukan hingga malam hari.
Menurut data terakhir sedikitnya terdapat sekitar 500 warga menjadi syahid akibat serangan udara Israel di berbagai wilayah Jalur di Gaza.
Dilansir inNalar.com dari laman situs Wafa.ps, sejumlah masyarakat Gaza berdatangan ke rumah sakit untuk mencari keluarganya di antara ratusan jenazah yang menjadi korban dari serangan israel.
Ada seorang ayah bernama Akram Al-Manasra yang tiba dari lingkungan Shuja’iya di Jalur Gaza,
Baca Juga: Israel Kerahkan 100 Ribu Tentara Cadangan di Dekat Gaza Guna Antisipasi Perlawanan Hamas
Setelah dirinya membuka beberapa laci kulkas jenazah tersebut akhirnya dirinya menemukan anaknya, dengan tubuh yang terlihat hancur dengan menyisakan setengah tengkorak.
Dirinya pun menangis melihat putranya tersebut, orang-orang disekitarnya ikut membantu menenangkan serta membantunya keluar dari kamar jenazah tersebut.
Anaknya merupakan seorang pemuda yang berusia 22 tahun dan bekerja sebagai pembuat roti di salah satu toko roti lokan yang terdapat di wilayah Gaza.
Sejumlah keluarga lainnya pun ikut berdatangan mencari sanak saudara dan keluarga lainnya yang menjadi korban dari serangan israel di jalur gaza.
Banyak para wanita, ibu dan saudara perempuan dari syuhada berkumpul di pintu masuk kamar mayat.
Namun para pemuda menghalangi mereka agar mereka tidak terkejut dengan bagian tubuh dan mayat yang tidak dikenal dan terpotong-potong.
Di bawah bagian yang diperuntukkan bagi anak-anak dan terdapat dua orang syahid yang salah satunya masih belum jelas cirinya dan belum teridentifikasi.
Mayat-mayat terus berdatangan di Rumah Sakit Al-Shifa Gaza, beberapa jenazah tersebut masih dapat dikenali namun sebagian lainnya telah hancur dan tak dapat dikenali.
Karena kamar mayat yang penuh sesak, keluarga para syuhada terpaksa segera memindahkan jenazah keluarga mereka.
Sekaligus memberikan ruang bagi para syuhada baru seiring dengan berlanjutnya serangan udara yang dilancarkan Israel
Di Rumah Sakit Indonesia, para syuhada ini ditumpuk di lemari es yang sudah tidak ada ruang lagi, membuat para tim medis pun juga terpaksa meletakkan jenazah para syuhada di lantai.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi