

inNalar.com – Stadion Kapten I Wayan Dipta, yang terletak di Pulau Bali, Indonesia, adalah salah satu stadion terbesar dan ikon olahraga di Bali yang menghadirkan sejarah yang kaya serta fakta menarik dalam proses pembangunannya.
Dibuat pada tahun 1977 dan dibuka pada tahun 2003, stadion ini didedikasikan untuk menghormati salah satu tokoh olahraga ternama di Bali, yaitu Kapten I Wayan Dipta, yang merupakan seorang pemain sepak bola berprestasi dan pernah menjadi kapten tim nasional Indonesia.
Sebelum pembangunan stadion, Bali menghadapi tantangan dalam menyediakan fasilitas olahraga yang memadai untuk mendukung perkembangan olahraga di pulau tersebut.
Dalam upaya meningkatkan standar olahraga dan menyelenggarakan berbagai kompetisi skala nasional dan internasional, pemerintah daerah mengambil inisiatif untuk membangun Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai upaya untuk mempromosikan olahraga dan pariwisata di daerah tersebut.
Fakta menarik tentang stadion ini adalah bahwa pembangunannya memerlukan waktu yang cukup lama dan melibatkan sejumlah besar tenaga kerja serta sumber daya.
Selain itu, stadion ini dibangun dengan standar internasional yang modern dan dapat menampung ribuan penonton yakni 15,860 kapasitas penonton.
Proses konstruksi yang ketat dan komprehensif dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi para penonton serta para atlet yang berlaga di sini.
Biaya pembangunan Stadion Kapten I Wayan Dipta tidaklah murah. Proyek ini memerlukan investasi besar dari pemerintah daerah dan pihak swasta yang berkomitmen mendukung perkembangan olahraga di Bali.
Pada tahun 2015 stadion ini direnovasi oleh salah satu klub bola Bali United dengan anggaran yang tidak diketahui. Dan pada 2020 hingga 2021 Pemerintah setempat dengan Kementerian PUPR merenovasi stadion ini dengan kucuran dana sekitar Rp 153 miliar dari APBN PUPR.
Alasan renovasi tambahan adalah adanya perhelatan Piala Dunia U-20 dan Stadion Kapten I Wayan Dipta terpilih menjadi salah satu stadion untuk dijadikan lokasi kompetisi tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali juga mengucurkan dana hingga Rp 10 miliar untuk penataan lahan parkir dan juga penambahan kursi penonton dengan total setelah direnovasi menjadi 18,000 kursi yang menjadikan stadion terbesar di Bali.
Biaya ini mencakup pembelian lahan, perencanaan desain, pembangunan struktur, fasilitas pendukung, dan peralatan olahraga yang modern.
Dengan kualitas yang tinggi dan fasilitas yang memadai, pembangunan stadion ini sebanding dengan manfaat jangka panjang yang akan dihasilkan.
Sejak dibuka, Stadion Kapten I Wayan Dipta telah menjadi tuan rumah berbagai acara olahraga bergengsi, seperti pertandingan sepak bola, atletik, konser musik, dan acara budaya lainnya.
Stadion ini tidak hanya menjadi tempat untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Bali yang gemar olahraga, sehingga menciptakan semangat persatuan dan kebersamaan di antara warganya.
Dengan adanya Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali telah berhasil menciptakan pusat olahraga yang modern dan terintegrasi, yang telah membawa manfaat ekonomi bagi daerah tersebut.
Kehadiran stadion ini telah meningkatkan pariwisata dan mengundang kunjungan para wisatawan yang tertarik untuk menyaksikan acara-acara olahraga dan hiburan di tempat ini.
Secara keseluruhan, Stadion Kapten I Wayan Dipta di Pulau Bali adalah sebuah prestasi luar biasa dalam sejarah olahraga Indonesia.***
(Alif Agusta)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi