

inNalar.com – Kantor Bupati Rokan Hilir merupakan bangunan termegah dan mewah yang ada di kepulauan Riau.
Bangunan kantor Bupati Rokan Hilir yang berada di kepulauan Riau mengeluarkan dana sangat fantastis yaitu 160 miliar.
Pada awalnya anggaran untuk pembangunan Kantor Bupati Rokan Hilir yaitu 86 miliar tetapi terdapat kekurangan dalam mengerjakan proyek hingga bertambah sampai 160 miliar.
Baca Juga: 5 Kampung Muslim di Manado, Kota yang Terkenal Dengan Mayoritas Non-Islam
Bangunan Kantor Bupati Rokan Hilir di kepulauan Riau memiliki bangunann seperti Capitall Hill Amerika Serikat.
Bangunann ynag snaagt megah dan dibanlut denagn cat warna putih tersebut terkesan sangat mewah, bahakn bangunann Kantor Bupati Rokan Hilir kepulauan Riau memiliki 8 lantai seperti hotel bintang 5.
Bahkan kemegahan dari Kantor Bupati Rokan Hilir di kepulauan Riau tersebut menarik perhatian publik karena begitu megah.
Tapi siapa sangka dibalik kemegahan Kantor Bupati Rokan Hilir Riau terancam ambruk dan hilang dari peta.
Menurut Bupati Rokan Hilir Riau tanah di depan Kantor Bupati Rokan Hilir setiap tahunya tanah tersebut berkurang 2 meter.
Disebabkan oleh abrasi dan menyatu dengan air laut, jika tidak ada penyelamatan bangunnan Kantor Bupati Rokan Hilir maka akan hanyut kedalam laut.
5 tahun kedepan Kantor Bupati Rokan Hilir akan hanyut bersama air laut, tidak disangka ternyata tangga bangunanan Kantor Bupati Rokan Hilir juga redah.
Bahkan keretakan tangga Kantor Bupati Rokan Hilir sekarang mulai parah, Afrizal Sintong Bupati Rokan Hilir Riau meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk menyelamantkan bnagunan infastruktur.
Bahkan abrasi di daerah Kantor Bupati Rokan Hilir sangatlah serius, menurut Afrizal Sintong Kantor Bupati Rokan Hilir harus mendapatkan penanganan yang secepatnya dan prioritas.
Tidak hanya itu Afrizal Sintong juga menjelaskan mengenai ancaman yang ada di kabupaten Riau mengenai kerusakan infrastruktur Pertamina Hulu Rokan.
Hanyutnya tanah di area Kantor Bupati Rokan Hilir setiap tahunnya disebabkan karena penempatan bangunan yang hanya 100 km dari sungai.
Pembangunan yang sangat dekat dengan sungai tersebut berdampak buruk pada Kantor Bupati Rokan Hilir karena dapat mengikis tanah di area Kantor Bupati Rokan Hilir.***