Kuasai Aset Toka Tindung Senilai Rp12,67 Triliun, Tambang Emas di Sulawesi Utara Ini Lesatkan Kinerja Ekspor PT Archi Indonesia Tbk hingga 126 Persen

inNalar.com – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) merupakan perusahaan pertambangan yang menguasai seluruh aset tambang emas di Sulawesi Utara.

Area konsesi emasnya bernama Tambang Toka Tindung, lokasinya berjarak sekitar 35 kilometer dari sebelah Timur Laut Kota Manado.

Dalam pengelolaan site emasnya, ARCI mengandalkan dua entitas usaha yang telah dimilikinya secara penuh.

Baca Juga: PT Archi Indonesia Raup Pendapatan Rp2,72 Triliun, Laba Bersih Penguasa Tambang Emas di Sulawesi Utara Ini Berbalik Terjun 25 Persen, Penyebabnya…

Kedua anak usaha yang dimaksud adalah PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN).

Nilai aset yang digenggam perusahaan atas kepemilikan dua entitas tersebut mencapai US$ 805 juta.

Apabila dirupiahkan (Kurs: Rp15.800,70), maka besaran aset PT Archi Indonesia di Tambang Emas Toka Tindung mencapai Rp12,67 triliun.

Baca Juga: BPH Migas Dorong Percepatan Proyek RDMP hingga Terminal Bahan Bakar Minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur

Nilai aset yang cukup fantastis mengingat luas area tambang melapang hingga 39.817 hektare di pelosok Minahasa Utara.

Area tambang yang melapang tersebut terbagi menjadi tiga blok site mencakup sisi barat, tengah, dan timur.

Luasnya area konsesi dan didukung dengan segenap infrastruktur lengkap di area pertambangan membuat produksi emasnya kian berlimpah.

Baca Juga: Estimasi Nilai Cadangan US$ 4,1 Miliar, Tambang Emas PT Nusa Halmahera Minerals di Maluku Utara Ternyata Pancarkan Sumber Panas Geothermal

Berkat tambang emas yang dikelola MSM dan TTN ini, ARCI berhasil melesatkan kinerja ekspor hingga 126 persen dalam setahun terakhir.

Menengok laporan keuangan PT Archi Indonesia Tbk per kuartal III tahun 2023, hasil penjualan emas dari sektor tujuan luar negeri mencapai US$ 104 juta.

Pada periode serupa di tahun sebelumnya, ARCI hanya mampu menembuskan ekspor di level US$ 46,12 juta.

Baca Juga: Kapasitas Smelternya 160 Ribu Ton NPI per Tahun, Pertambangan di Halmahera Timur Ini Diduga Cemari Pesisir Pantai

Kinerjanya berbalikan dengan penjualan domestik, penjualan emas domestik justru merosot 43 persen.

Apabila sebelumnya penguasa toka tindung ini mampu menjual emas di sektor lokal sebesar US$ 119 juta.

Pada akhir periode pembukuan tahun 2023, pendapatannya hanya mampu tertahan di level US$ 67,89 triliun.

Baca Juga: Kampus UMKM Shopee Sukses Jadi Program Pelatihan yang Paling Banyak Diketahui Para UMKM Versi Hasil Riset INDEF

Berkat pencapaian gemilang di sektor penjualan luar negeri, ARCI mampu membukukan pendapatan sebesar US$ 172 juta atau setara Rp2,72 triliun.

Penting untuk diketahui, belum lama ini PT Archi Indonesia Tbk membangun fasilitas pabrik pemurnian emas dan perak.

Langkah korporasi ini dimaksudkan untuk melengkapi hulu – hilir bisnisnya.

Baca Juga: Targetkan Produksi Emas 500 Ton per Hari, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk Catatkan Kerugian Besar

Sebelumnya, ARCI diketahui pula telah memiliki pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas terpasang 4 juta ton per tahun.

Melalui pengoperasian tambang terbuka (open pit) dan bawah tanah (underground mining) diharapkan produksi emas kian berlimpah.

Sebagai informasi tambahan, penguasa tambang emas di Sulawesi Utara ini sempat mencatatkan capaian produksi 1,9 juta ons emas.

Baca Juga: Terbesar Kedua di Indonesia, Bandara Senilai Rp2,6 Triliun di Jawa Barat Bakal Dijual ke Arab Saudi, Benarkah?

Melesatnya tingkat produksi didukung dengan adanya pabrik pengolahan emas di kawasan bisnis terintegrasinya.***

Rekomendasi