

inNalar.com – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku tidak tahu tentang dugaan korupsi penyaluran beras bantuan sosial (bansos).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Kementerian Sosial (Kemensos) pada Selasa 23 Mei 2023. Penggeledahan berlangsung selama 8 jam.
KPK mencium adanya korupsi di kementerian tersebut terkait penyaluran beras bansos untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2020-2021.
Mensos Risma sedang rapat internal ketika penggeledahan berlangsung. Ia tidak bisa melakukan intervensi apapun.
Risma mengaku tidak tahu soal korupsi tersebut. Ia menjelaskan bahwa dugaan korupsi itu terjadi pada tahun 2020.
Risma mengungkapkan ia dilantik menjadi Menteri Sosial oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Desember 2020. Sedangkan, korupsi terjadi pada bulan September.
Saat itu Kemensos masih dipimpin oleh Juliari Batubara, politikus PDIP yang sedang berada di penjara.
Juliari terbukti melakukan suap pengadaan bansos Covid-19 senilai Rp 32,48 miliar. Ia diganjar hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.
Risma berulang kali menekankan bahwa dirinya tidak tahu sama sekali dengan korupsi tersebut. Namun, ia mengaku mengetahui satu hal.
Baca Juga: Rebecca Klopper Ngibrit Saat Hendak Diwawancarai soa Video Syurnya yang Viral
Risma merasa kasus ini ada yang janggal. Hal tersebut terkait direktorat yang merencanakan program bansos.
Anggaran program bantuan sosial terdapat di Dirjen Pemberdayaan Sosial (Dayasos). Namun, pihak yang diduga terlibat ada yang dari Direktorat Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos).
KPK telah menetapkan 6 tersangka atas kasus tersebut. Mereka saat ini dicegah bepergian ke luar negeri.
Baca Juga: Video Syur Rebecca Klopper Direkam oleh Pacar Sendiri, Fadly Faisal?
Proses pencegahan dilakukan selama 6 bulan. Lamanya waktu pencegahan dapat diperpanjang jika dibutuhkan.
Pencegahan dilakukan agar pihak-pihak terkait bisa memenuhi panggilan tim penyidik sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Tokoh yang diketahui mendapat perlakukan spesial itu adalah Dirut PT Transjakarta (Perseroda) M Kuncoro Wibowo. *** (Dayanti)