Korbankan 347 Hektar Kelapa Sawit! Kalimantan Timur Bangun Bandara Megah Senilai Rp4,3 Triliun, Beroperasi Tahun…

InNalar.com – Masyarakat tanah air tentunya tahu, jika saat ini Indonesia tengah membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Dalam membangun Ibu Kota baru yang berada di daerah Kalimantan Timur tersebut, tentunya bandara merupakan infrastruktur yang harus dibangun.

Akan tetapi, ternyata dalam membangun bandar udara tersebut pemerintah harus membabat hutan kelapa sawit yang berada di sekitaran daerah yang dimaksud.

Baca Juga: Reklamasi 2023 Capai 507 Ha, PT Freeport Indonesia Hijaukan Kawasan Tambang Terbuka di Mimika dengan Rumput Endemik Grasberg, Apa Namanya?

Seperti yang diketahui, Kalimantan merupakan salah satu pulau di Indonesia yang banyak didapati pohon sawit.

Sebab itulah untuk membangun lahan yang diperlukan, maka harus ada lahan perkebunan sawit yang harus dikorbankan.

Bahkan perkebunan sawit yang dikorbankan di daerah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara itu pun cukup luas.

Baca Juga: AC Milan Mata-matai Perkembangan Bek Muda Spanyol di Bursa Transfer Januari 2024, Nasib Alessandro Florenzi Sudah Tamat?

Karena luas lahan yang akan dibabat untuk membangun bandar udara ini yaitu seluas 347 hektar.

Meski begitu, tentunya dampak dari adanya bandar udara tersebut akan sepadan dengan manfaat yang akan diberikan bagi masyarakat sekitar Kalimantan Timur.

Pasalnya saat terbangun bandar udara, maka akan membuat mobilitas semakin mudah, sehingga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

Baca Juga: Atalanta Punya Cara ‘Licik’ Tolak Niatan Inter Milan Boyong Luis Muriel di Bursa Transfer Musim Dingin Ini

Selain itu, bandar undara tersebut juga akan tergolong cukup megah, karena terdapat ruang VVIP dan VIP.

Dilansir InNalar.com dari laman IKN,  Memiliki luas 347 hektar, nantinya bandar udara ini akan memiliki runway 3.000 meter x 45 meter.

Luas tersebut tentunya cukup besar, karena bandara ini nantinya juga mampu menampung 3 pesawat jumbo sekaligus.

Baca Juga: Gerogoti Pasar Serawak, PLBN di Kalimantan Barat Ini Pantik Aktivitas Ekspor Bengkayang hingga Rp6 Miliar dalam 5 Bulan, Ada ‘Harta Karun’ Apa?

Sedangkan untuk luas yang diperuntukan pada terminal VVIP dan VIP, luasnya yakni mencapai 7.352 m2.

Luas dan fasilitas tersebut pastinya sesuai harapan, karena bandar udara ini akan dijadikan bandara internasional.

Anggaran yang digelontorkan pun cukup lah fantastis.

Baca Juga: Pendapatan Naik 27 Persen, Petrosea (PTRO) Fasilitasi Pabrik Tailing Rp3,9 Triliun Demi Hasilkan Emas Dore Bullion dari Tambang Maluku Utara

Diketahui anggaran yang diperlukan untuk membangun bandar udara internasional ini yaitu sebesar Rp4,3 triliun.

Berdasarkan rencana, nantinya bandar udara ini akan dilakukan uji coba pada Juli 2024.

Sementara untuk beroperasi penuhnya, ditargetkan bandar udara IKN ini akan sepenuhnya aktif pada Desember 2024. ***

 

Rekomendasi