Korban Tewas di Gaza Capai 9.220, Putin: Hanya Orang ‘Berhati Keras’ yang Tetap Diam Atas Bencana di Palestina

inNalar.com – Konflik antara Hamas dengan Israel di Gaza semakin hari kian memanas.

Seiring peningkatan serangan ke Gaza, Perdana Menteri Israel Netanyahu menolak genjatan senjata ke Gaza.

Serangan udara yang di lancarkan Israel terus memborbardir Gaza tanpa ampun siang dan malam.

Baca Juga: Berasal Dari Abad ke-14, Lembah di Kabupaten Poso Ini Dipenuhi oleh Situs Megalitik Berupa Patung Batu Unik

Selain itu, lebih dari 2 juta warga di Gaza harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi.

Mirisnya, karena kekurangan sarana medis dan krisis air, para wanita di Gaza terpaksa meminum pil pendunda Menstruasi.

Akibat serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel, ribuan warga terbunuh termasuk wanita dan anak-anak.

Baca Juga: Kiprah Orang Palembang Dari Sriwijaya untuk Nusantara, Dahulu Jadi Penguasa Jalur Perdagangan

Sedikitnya hingga kini korban tewas di Gaza, Palestina mencapai 9.220 jiwa.

Selain banyaknya korban jiwa, para pengungsi kini bergulat dengan kekurangan makanan, air, obat-obatan, bahan bakar.

Hal tersebut aibat dari blokade Israel terhadap wilayah kantong tersebut.

Baca Juga: Penantian 2 Tahun Terbayarkan! Kota Solo Berhasil Masuk Circle Jejaring Kota Kreatif UNESCO di Tahun 2023

Mirisnya, karena kekurangan sarana medis dan krisis air, para wanita di Gaza terpaksa meminum pil pendunda Menstruasi.

Peristiwa konflik antara Hamas dengan Israel ini tentunya mendapat sorotan bagi masyarakat dunia.

Para pemimpin-pemimpin di dunia mengecam pembantaian yang dilancarkan secara terus menerus di Gaza.

Salah satunya adalah Presiden Rusia, Putin yang mengecam tindakan Israel ke Gaza.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan hanya mereka yang ‘berhati keras’ yang dapat dengan tenang melihat kejadian di Jalur Gaza.

Secara mengejutkan, Putin mengklaim bahwa senjata yang dipasok ke kyiv muncul di Timur Tengah dikarenakan korupsi di Ukraina.

Ukraina menjual senjata-senjata tersebut termasuk ke Taliban dan dari sana senjata tersebut menyebar.***

 

Rekomendasi