

InNalar.com – Ada hal menarik yang terjadi saat Rapat Paripurna DPR RI ke-8 pada tanggal 31 Oktober 2023
Terlihat dalam rapat yang diselenggarakan di Gedung Nusantara II ini, para Anggota DPR RI antusias dan kompak mengenakan syal bergambar bendera Palestina.
Syal bergambar Bendera Palestina ini dibagikan oleh Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban bekerja sama dengan Grup Kerjasama Bilateral Indonesia-Palestina.
Bahkan, para anggota DPR-RI empat juga meneriakkan kalimat “DPR bersama Palestina, Palestina Merdeka!”.
Dalam salah satu postingan instagram @dpr_ri, Novita Wijayanti (Anggota Komisi V DPR RI) mengungkapkan bahwa penggunaan syal ini adalah bentuk solidaritas, kepedulian, empati dan kebersamaan dengan Palestina.
Pada postingan yang sama, Agung Widyantoro (Anggota Komisi II DPR RI) mengungkapkan bahwa untuk dan atas nama kemanusiaan, DPR bersama Palestina.
Tidak ada satu negara pun yang berhak menghilangkan nyawa dan menguasai satu wilayah, semuanya harus menjunjung tinggi kedaulatan negara.
Pada akhir postingan, Ahed Abu Al-Atta dari yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia atas suportnya untuk Palestina.
Lebih lanjut, dalam postingan yang berbeda pada akun instagram @dpr_ri, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon dalam Sidang Umum IPU Ke-147 mendorong bangkitnya solidaritas antar bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk menentang penjajahan.
Menurutnya, residu dan sisa-sisa kolonialisme itu masih ada hingga sekarang seperti yang dialami bangsa Palestina yang masih dijajah oleh Israel.
Lebih lanjut, Fadli Zon juga mengajak semua pihak terutama negara-negara Barat untuk melihat situasi secara objektif dan tidak menggunakan standar ganda.
Diketahui, bahwa saat ini Indonesia menjadi salah satu co-sponsor dari Resolusi Majelis Umum PBB dalam menyikapi situasi di Gaza.
Adapun, Resolusi PBB ini sendiri bertajuk UNGA Resolution on Protection of Civilians and Upholding Legal and Humanitarian Obigations in Gaza.
Adapun, dalam sidang Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi untuk melakukan gencatan senjata seterusnya antara Israel dan kelompok Hamas.
Selain itu, resolusi lainnya berupa tuntutan untuk menyediakan makanan secara terus-menerus, tanpa suatu hambatan serta layanan kemanusiaan bagi warga sipil yang terjebak di wilayah tersebut.
Sementara itu, draft resolusi tersebut sudah memperoleh dukungan 120 suara termasuk Indonesia, 14 suara menolak dan 45 lainnya abstain.***