

inNalar.com – Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah di Pulau Sulawesi yang kaya akan destinasi wisata alamnya.
Tak hanya dikenal akan destinasi wisata alamnya saja, di Sulawesi Selatan juga terdapat destinasi wisata budayanya juga.
Destinasi wisata budaya di Sulawesi Selatan ini dimaksudkan seperti museum, benteng, rumah adat dan lainnya.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat, Sifat Muslim Sejati Adalah Tak Pantang Menyerah
Kali ini, tim inNalar.com akan mengulik lebih mendalam mengenai salah satu objek wisata budaya yang ada di Sulawesi Selatan.
Salah satu objek wisata budaya di Sulawesi Selatan ini adalah Benteng Rotterdam. Benteng Rotterdam ini juga dikenal dengan sebutan Benteng Ujung Pandang.
Secara administratif, Benteng Rotterdam ini berlokasi di Jl. Ujung Pandang, Bulo Gading, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dilansir inNalar.com dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Benteng Rotterdam dibangun pertama kali oleh Raja Gowa VIII Tumapa’risi’ Kallonna.
Benteng Rotterdam dibangun oleh Raja Gowa VIII pada tahun 1545 silam.
Dibangun pada tahun 1545, Benteng Rotterdam ini difungsikan untuk memperkuat pertahanan di Makasar.
Baca Juga: Hanya 30 Menit ke IKN, Kalimantan Timur Bakal Punya Jalan Tol Istimewa yang Akan Rampung Pada…
Di dalam area Benteng Rotterdam ini terdapat tiga belas bangunan dan sebelas diantaranya merupakan bangunan asli benteng abad ke-17.
Kini, Benteng Rotterdam menjadi museum yang menghadirkan kesenian lokal seperti menenun sutra, pertanian, dan pembuatan kapal.
Berdiri kurang lebih 478 tahun, meskipun Benteng ini menjadi objek wisata andalan di Makasar. Namun, tak menjadikannya terhindar dari suatu ancaman.
Ancaman dari Benteng ini terkait dengan pembangunan yang gencar di lakukan oleh pemerintah di sekitar Benteng Rotterdam ini.
Dilansir inNalar.com dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, disekitar benteng ini terdapat bangunan bertingkat berupa ruko dan hotel perlahan dan pasti mulai bertumbuhan di sisi barat benteng.
Pembangunan yang gencar dilakukan di sekitar benteng ini terkesan mengerdilkan ikon benteng kebanggaan Makasar.
Baca Juga: Luasnya 300 Hektar, PLTS Apung di IKN Kalimantan Timur Bakal Segera Beroperasi, Kapan?
Bangunan bertingkat ruko tersebut menggangu jarak pandang yang ideal untuk menikmati benteng dari arah laut Selat Makassar.
Sebaliknya, jika ingin menyaksikan laut Selat Makassar dari benteng juga akan terganggu oleh bangunan bertingkat tersebut.
Hal ini dapat dikategorikan sebagai ancaman ‘polusi’ tata ruang Benteng Rotterdam.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi