

inNalar.com – Bulan Ramadhan adalah momen yang paling berharga bagi umat Islam di seluruh dunia.
Sebab, semua amal kebaikan di bulan Ramadhan pahalanya dilipat gandakan oleh Allah SWT.
Namun, pada 2030 nanti, diprediksi puasa bulan Ramadhan akan terjadi dua kali dalam satu tahun.
Sebaimana dilansir inNalar.com dari berita GalamediaNews berjudul “Ramadhan pada 2030 akan Terjadi Dua Kali, Kok Bisa?” ini kata ahli astronom Saudi Khaled al Zaqaq.
Menurut Khaled, terjadinya momen langka tersebut dikarenakan perbedaan perhitungan antara kalender Masehi dan Hijriyah.
Kalender Hijriah yang digunakan oleh umat Islam dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi.
Sedangkan untuk kalender Masehi, ditentukan berdasarkan kala revolusi bumi (waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari).
Sehingga, perbedaan dua kalender itu akan menjadikan Ramadhan terjadi dua kali dalam satu tahun Masehi pada setiap 30 tahun sekali.
Khaled al Zaqaq menyebutkan bahwa Pada tahun Hijriah 1451 H, Ramadhan akan dimulai sekitar tanggal 5 Januari 2030, dan pada tahun 1452 H jatuh sekitar tanggal 26 Desember 2030.
Baca Juga: Hikmah dan Keutamaan Orang Sakit Menurut Buya Yahya: Pengabulan Doa Akan Mudah
Dengan demikian, umat Islam akan menjalani total 36 hari puasa pada tahun 2030 yakni bulan penuh 30 hari untuk tahun 1451 H dan sekitar enam hari untuk tahun 1452.
Selain itu, alasan lain tentang terjadinya fenomena tersebut bahwa kalender Hijriah berlangsung selama 354 atau 355 hari, artinya tidak sejalan persis dengan kalender Masehi yang 365 hari.
Ini juga berarti bahwa Ramadhan jatuh di musim yang berbeda setiap tahun – berlangsung dalam siklus sekitar 32 tahun.
Baca Juga: Bisa Jadi Haram, Begini Penjelasan Buya Yahya mengenai Hukum Menangisi Orang yang Meninggal Dunia
Dalam keterangan yang sama, Khaled al Zaqaq menerangkan terkait perbedaan terjadinya bulan Ramadhan di tahun-tahun mendatang.
Dikatakannya, Ramadhan 1449 H yang akan dimulai pada tahun 2028, akan berlangsung pada pertengahan musim dingin.
Pada tahun 1466 H, bertepatan dengan tahun 2044, bulan suci akan dimulai pada puncak musim panas.
Baca Juga: Inilah Amalan yang Paling Baik Dilakukan pada Malam Nisfu Syaban Menurut Buya Yahya
Puasa Ramadhan dilaksanakan dari terbit fajar hingga terbenam matahari, artinya puasa terlama terjadi saat Ramadhan pada musim panas, dan terpendek ketika jatuh pada musim dingin.***
(Rizwan Suandi/GalamediaNews/Pikiran-Rakyat.com)