

inNalar.com – Sedang viral, kisah Ibu Eny yang alami depresi dan dirawat oleh anak semata wayangnya, Tiko di rumah mewah. Simak kisahnya berikut ini.
Kisah viral Ibu Eny dan anaknya Tiko ini dilansir inNalar.com dari konten video yang diunggah oleh kanal YouTube DenDenny.
Ibu Eny adalah seorang wanita paruh baya yang mengalami depresi selama dan hanya tinggal dengan anaknya yang bernama Tiko.
Keduanya hidup bersama selama puluhan tahun di rumah mewah tanpa aliran listrik dan air.
Tidak hanya itu, Tiko pun dikabarkan harus putus sekolah sejak SMP kelas 1 karena harus merawat Ibu Eny.
Ibu Eny mengalami depresi usai ditinggal suaminya pergi dan tidak pernah kembali. Ia ditinggalkan bersama anaknya.
Kondsi pilu yang dialami Ibu Eny dan anaknya Tiko ini pun menyedot perhatian dari kalangan warganet.
Sontak saja kisah tersebut pun viral di media sosial dan membuat warganet bersimpati sekaligus kagum dengan sosok Tiko.
Tiko menjadi tulang punggung agar dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dirinya bersama ibunya.
Alasan Tiko Lebih Memilih Rawat Ibu Eny Sendiri
Pasalnya, Tiko lebih memilih merawat ibunya alih-alih membawanya ke panti atau rumah sakit jiwa.
“… Saya lebih suka ngerawat pribadi Mamah sendiri, saya sendiri yang ngerawat dibanding dititipkan ke tempat lain,” ungkap Tiko dikutip dari kanal YouTube DenDenny.
Ia pun menceritakan alasannya tidak membawa Ibu Eny ke dinas atau panti karena tidak dapat memantau dan mengetahui bagaimana mereka merawat ibunya.
Baca Juga: Apa itu Program TWS Fatloss? Diet Sultan Anti Gemuk Lagi, Paling Aman dan Sehat Cocok untuk Pemula
“Misal saya titipkan Mamah ke dinas atau panti kan kita nggak tahu mereka merawatnya gimana,” terang Tiko.
Saat ini, Ibu Eny telah dibawa ke dinas agar dapat menjalani perawatan dan mendapatkan mengobatan yang layak.
Kabar terbaru, kondisi dari Ibu Eny sekarang telah mengalami kemajuan. Bahkan sudah bisa merespon pembicaraan dan dapat tertawa.
Sebelumnya, ia akan menolak jika bertemu dengan orang asing dan menutup diri. Ibu Eny akan menganggap orang asing sebagai musuh.
Sedangkan kondisi rumah mewah yang ditinggalinya juga telah jauh lebih baik karena para warga bergotong royong membersihkannya. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi