

inNalar.com – Surah Al-Kausar merupakan surah urutan ke 108 dalam Al-Qur’an. Terdiri dari 3 ayat dan digolongkan ke dalam surah Makkiyah. Al-Kausar merupakan nama sungai di surga yang Nabi lihat saat peristiwa Isra Miraj.
Makki Madani Surah Al-Kausar
Meski dalam mushaf Indonesia surah Al-Kausar digolongkan surah Makkiyah atau surah yang turun di kota Makkah, terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama mufasir mengenai status makki madani surah Al-Kausar.
Mufasir yang berpendapat surah Al-Kausar turun di Makkah antara lain:
As-Sa’labi, Ibnu Atiyyah, az Zamakhsyariy, ar-Raziy, al-Maraghi, at-Tabataba’iy, Az-Zuhriy, bersepakat untuk menetapkan surah Al-Kausar dalam tafsir mereka sebagai surah Makkiyah berdasarkan perkataan Ibnu Abbas, Al-Kalbiy, dan Mujahid, bahwa surah Al-Kausar turun setelah surah al-Adiyat dan sebelum surah At-Takasur yang keduanya turun di Makkah.
Mufasir yang berpendapat surah Al-Kausar turun di Madinah antara lain:
Ibnu Katsir, Ibnu Asyur, As-Suyuthi memasukkan surah Al-Kausar ke golongan surah Madaniyah. Argumen mereka berdasarkan perkataan Anas bin Malik yang diketahui baru masuk Islam setelah hijrah. Ia mengatakan surah ini turun pada saat perjanjian Hudaibiah.
Baca Juga: Detik-detik Menuju Ramadhan 2022, Ustadz Khalid Basalamah ‘Sayang Kalau Disia-siakan’
Asbabun Nuzul surah Al-Kausar
Surah ini turun sebagai tanggapan terhadap pernyataan yang bernada merendahkan oleh Ka’ab bin al-Asyraf, salah seorang pemuka masyarakat di kota Madinah. Ka’ab bin al-Asyraf mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw, adalah orang yang terputus garis keturunannya.
Hal tersebut tentu saja membuat Rasulullah Saw bersedih sebab baru saja mengalami kehilangan putra beliau bernama Abdullah atau Al-Qasim dalam riwayat lain.
Garis keturunan bangsa Arab berasal dari laki-laki dan diwariskan kepada anak laki-laki. Menjadi sebuah kebanggan di kalangan masyarakat ketika itu apabila memiliki anak laki-laki pelanjut garis keturunan.
Setelah peristiwa pernyataan Ka’ab bin al-Asyraf yang mencemooh Nabi di hadapan banyak orang, maka Allah Swt, menurunkan Surah Al-Kausar.
Surah Al-Kausar berarti nikmat yang banyak. Atau nama sebuah telaga di surga. Allah menurunkan surah ini sebagai penghibur dan pelipur lara hati Nabi Muhammad yang sedang bersedih.
Dalam peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad Saw, melihat sebuah sungai yang sangat indah, sebagaimana dalam riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad Saw bersabda.
بَيْنَمَا أَنَا أَسِيرُ فِي الجَنَّةِ، إِذَا أَنَا بِنَهَرٍ، حَافَتَاهُ قِبَابُ الدُّرِّ المُجَوَّفِ، قُلْتُ: مَا هَذَا يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ هَذَا الكَوْثَرُ، الَّذِي أَعْطَاكَ رَبُّكَ. فَإِذَا طِينُهُ -أَوْ طِيبُهُ- مِسْكٌ أَذْفَ
“Ketika kami berjalan di surga, tiba-tiba ada sungai yang pinggirnya berupa kubah dari mutiara berongga. Aku bertanya, ‘Apa ini wahai Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Inilah al-kautsar yang Allah Ta’ala berikan untukmu.’ Ternyata tanahnya atau bau wanginya terbuat dari minyak misk adzfar.” (HR. Bukhari)
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan 2022, Bahasa Arab Serta Terjemahannya
Berikut teks Ayat dan terjemahan QS. Al-Kausar ayat 1-3.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ – ١
Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ – ٢
Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ – ٣
Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi