Kisah Para Lansia di Jepang yang Lebih Memilih untuk Jadi Kriminal dan Dipenjara


inNalar.com – 
Seorang kakek bernama Toshio di Jepang mencuri sepeda lalu melaporkan diri secara sukarela ke polisi.

Ternyata, Toshio memang sengaja melakukan aksi kriminal agar dirinya dapat masuk ke penjara.

Diketahui, dirinya melakukan hal tersebut karena uang pensiunan yang diterima olehnya tidak cukup untuk menanggung biaya hidup.

Baca Juga: Viral Video Kakak Beradik di Cianjur Minta Tolong Polisi Untuk Selamatkan Ibunya di Dubai, Ternyata…

Sedangkan, biaya hidup di penjara sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, dan kakek tersebut mengaku senang bisa tinggal dan makan gratis.

Berkat perilakunya mencuri sepeda, kakek ini dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Namun, tidak terasa waktu satu tahun penjaranya telah habis, dan Toshio pun melakukan kejahatan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Marco Reus Resmi Mengundurkan Diri dari Jabatan Kapten Borussia Dortmund, Akankah Tinggalkan Die Borussen?

Toshio pun menodongkan senjata ke beberapa wanita, berharap agar salah seorang dari wanita itu menelepon polisi agar dirinya dipenjarakan.

Hal ini pun membuat Toshio dipenjara selama 8 tahun, dan telah terhitung bahwa dirinya sudah menjalani masa penjara selama 5 tahun.

Kakek ini mengaku bahwa dirinya tidak ingin lagi melakukan kejahatan karena tubuhnya sudah terlalu tua.

Baca Juga: Cara Menurunkan Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Auto Lenyap Hanya dengan Minuman Daun Salam dan Kayu Ini!

Selama dirinya di penjara, Toshio juga tetap mendapatkan uang pensiunan dan ditabung olehnya, sehingga dia berharap dapat menggunakan uang itu untuk hidup.

Kisah lain juga diceritakan oleh Keiko, lansia wanita yang sudah masuk penjara dua kali karena mencuri.

Keiko mengaku bahwa dirinya lebih bahagia di penjara karena merasa tidak kesepian, dan juga mendapatkan pengobatan fisioterapi secara gratis.

Menurut Badan Pusat Statistik Jepang, populasi lansia berusia 65 tahun ke atas telah mencapai angka 36 juta orang, 29 persen dari total populasi negara tersebut di tahun 2021.

Berdasarkan penelitian, kebanyakan dari lansia di Jepang lebih memilih untuk dipenjara karena tidak ingin merepotkan anak-anak mereka dengan biaya hidup yang tidak sedikit.

Banyak juga yang melakukan kejahatan atas dasar kesepian dan kemiskinan, sehingga banyak perubahan dalam fasilitas penjara di Jepang.

Perubahan tersebut dimulai dari menambah sipir wanita karena banyaknya kriminal lansia wanita.

Ditambah lagi, renovasi toilet penjara yang dibuat agar mudah untuk dipakai lansia, dan pengadaan kelas ketrampilan.

Sayangnya, hal seperti ini tidak akan bisa berlaku di Indonesia.***

Rekomendasi