Kisah Inspiratif Pengusaha Asal Blora Jateng, Tidak Lulus SD Tapi Bisa Sukses Sampai Jadi Miliarder, Bisnisnya

inNalar.com – Pada zaman yang modern ini, kisah inspiratif orang-orang yang berhasil sukses meski memiliki kehidupan yang sulit di masa lalunya.

Sebagai contohnya saja adalah kisah inspiratif dari pengusahan bernama Sanawi yang lahir di Blora, Jawa Tengah pada tahun 1974 ini.

Cerita hidup pengusaha asal Blora, Jawa Tengah ini mulai dari masa dia kecil hingga dewasa dipenuhi dengan berbagai ujian yang mengantarkannya menjadi pengusaha miliarder sekarang.

Baca Juga: Apesnya Cleaning Service di RSUD Piru Maluku: Telat Gajian hingga Ada Pemotongan Nominal Bayaran!

Dilansir inNalar.com dari channel Youtube Si Kutu Buku, sebelum sukses seperti saat ini, Sanawi memiliki kehidupan yang sulit.

Pengusaha asal Blora, Jawa Tengah ini berasal dari keluarga kurang mampu dengan pekerjaan ayahnya hanya sebagai penggembala sapi.

Oleh karena itu, Sanawi hanya mampu mengenyam pendidikan hingga kelas 1 SD saja. Setelahnya, dia membantu ayahnya menggembala sapi milik tetangga.

Baca Juga: Gaji Dipotong Jadi Rp700 Ribu, Petugas Cleaning Service di RSUD Piru Maluku Protes, Sampah Jadi Tak Karuan

Karena hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 1 SD saja, maka Sanawi pun juga tidak membaca dan menulis.

Kehidupannya yang sangat sulit ini bahkan membuatnya dianggap sebagai pemuda yang tidak punya masa depan oleh orang-orang di sekitar tempat tinggalnya.

Namun, selayaknya kisah inspiratif orang-orang sukses lainnya, Sanawi tidak patah semangat dan bertekad untuk mengubah nasibnya.

Baca Juga: Ngamuk Gaji 6 Bulan Mandek, Puluhan Cleaning Service RSUD Piru Maluku Hamburkan Sampah di Area Rumah Sakit

Pada saat usianya mencapai 16 tahun, atas permintaan orang tuanya, dia berangkat ke Jakarta bersama tetangganya untuk mengadu nasib hanya dengan berbekal uang Rp 7.500,- hasil menjual ketela.

Namun sayang, Sanawi harus kembali pulang ke rumah lantaran tetangganya tersebut meninggalkannya di terminal.

Meskipun begitu, calon miliarder ini tidak berhenti mencoba begitu saja. Dia kembali ke Jakarta untuk mengadu nasib sendiri.

Hidupnya di Jakarta tidaklah mudah. Berbagai pekerjaan sudah coba Sanawi lakukan. Bahkan pemilik kisah inspiratif ini sampai harus tidur di taman, depan toko, dan lain-lain.

Kemudian, pada tahun 2006, calon pengusaha ini pindah ke Samarinda bersama temannya. Disana dia bekerja sebagai tukang bangunan.

Tidak hanya itu, dia juga mencari penghasilan tambahan dari menjual es krim milik salah satu merk terkenal. Sebagai modal berjualan, Sanawi meminjam uang ke temannya sebesar Rp 60.000,-.

Setiap hari, calon pengusaha asal Blora, Jawa Tengah ini berjualan keliling dari rumah ke rumah menggunakan sepedanya. Untung yang dia dapatkan pun lumayan, yakni Rp 150.000,- per hari.

Karena merasa keuntungan dari berjualan es krim ini sangat besar, Sanawi pun memilih untuk berjualan es krim dan berhenti menjadi kuli bangunan. Dia juga hidup sangat hemat untuk mengumpulkan uang.

Sanawi juga memiliki prinsip yang bagus, yakni ‘Kalau mau kaya, harus bergaul dengan orang yang kaya’. Oleh karena itu, dia bergaul dengan para pengusaha es krim lainnya yang sudah sukses.

Lambat laun, Sanawi tidak lagi berjualan es krim keliling, melainkan menjadi distributor es krim dengan memiliki sekitar 700 mitra yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.

Bisnis distributor es krim milik Sanawi ini kemudian diberi nama Vanesa, dengan ‘Vane’ berasal dari nama anaknya dan ‘Sa’ dari nama Sanawi.

Selain menjadi distributor es krim, pengusaha miliarder ini juga memiliki pabrik cone es krim di Kudus, Jawa Tengah.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]