Kisah Dibalik Tarian Khas Desa Muaro Jambi: Berawal dari Wabah Kusta Menjadi Tradisi Paling Unik di Indonesia


inNalar.com – Apabila berkunjung ke desa wisata Muaro Jambi, tentunya wisatawan akan dibuat takjub dengan banyaknya jejak peradaban kuno.

Namun ternyata keunikan dan kekhasannya tak sekadar bangunannya, desa wisata di Jambi ini menawarkan atraksi tarian khusus yang telah diturunkan sejak ratusan tahun yang lalu.

Atraksi tarian khusus khas Muaro Jambi ini adalah tarian topeng labu. Sebagaimana namanya, para penari akan mengenakan sebuah topeng bergambar wajah yang terbuat dari bahan labu.

Baca Juga: 128 Km dari Kota Jambi, Air Terjun Ini Disebut Sebagai Surga Tersembunyi di Kabupaten Sarolangun, Coba Tebak!

Tarian topeng labu ini adalah salah satu dari atraksi hiburan yang disajikan di desa wisata Muaro Jambi.

Dalam prosesi tarian topeng labu ini, para penari desa Muaro Jambi akan menampilkan atraksi hiburannya dengan kostum jubah yang menjuntai.

Tak lupa dengan aksesoris utama dari tarian ini ialah topeng yang terbuat dari labu tua yang kulitnya telah mengeras.

Baca Juga: Bukan Manado atau Bitung, Desa di Sulut Ini Punya Pantai Unik dengan Panorama Bukit Savana, Bisa Tebak Dimana?

Ditambah lagi dengan aksesoris rambut yang terbuat dari bahan ijuk semakin membuat tarian khas desa di Muaro Jambi ini nampak lebih hidup.

Dilansir dari laman kebudayaan.kemendikbud.go.id, tarian topeng labu ini adalah tradisi khusus desa Muaro Jambi yang digelar pada hari lebaran Idul Fitri.

Tradisi khas desa di Jambi ini rupanya tak lepas dari legenda rakyat yang menjadi latar belakang adanya tarian topeng labu ini.

Baca Juga: Legenda Kerajaan Kendahe Bikin Warga Kep Sangihe Sulut Punya Budaya Unik, Paling Waspada dengan Bencana Alam?

Dikisahkan bahwa tarian topeng labu ini bermula dari adanya seorang penduduk desa Muaro Jambi yang ditimpa penyakit kusta.

Sebagai gambarannya, penyakit kusta merupakan gangguan kulit yang sifatnya menular.

Pada zaman awal mula sebelum tarian khas desa Muaro Jambi ini muncul, para penduduk sangat khawatir dengan keberadaan penyakit tersebut di tengah desa mereka.

Akhirnya penduduk yang menderita penyakit kusta tersebut diminta untuk mengasingkan diri ke wilayah hutan agar penyakitnya tak menular ke penduduk desa Muaro Jambi lainnya.

Namun, orang yang mengidap penyakit kusta ini sangat ingin bergabung dengan para penduduk desa sebab kemeriahan Idul Fitri telah tiba di tengah Desa tersebut.

kemudian, orang tersebut membuat sebuah topeng yang terbuat dari bahan labu disertai ornamen rambut dari ijuk agar penduduk tidak takut dengan wajah mengerikannya.

Saat orang tersebut bergabung dengan penduduk desa Muaro Jambi, ternyata anak-anak dan masyarakat lainnya sangat senang dan takjub dengan topengnya.

Turut menghibur anak-anak yang menyukai topengnya, akhirnya orang di balik topeng itu pun menari hingga akhirnya menjadi tarian khas desa Muaro Jambi.***

Rekomendasi