Kini Permukiman Warga Mulai Bermunculan, Bendungan Kering di Jawa Barat Ini Dulunya Ditolak Masyarakat

inNalar.com – Akibat musim kemarau yang berkepanjangan, beberapa tampungan-tampungan air atau sering disebut bendungan mulai surut.

Akibat surutnya bendungan, kini lahan-lahan yang dulunya permukiman penduduk mulai bermunculan.

Salah satu bendungan yang kondisinya diketahui mulai surut saat ini ialah bendungan yang lokasinya berada di Jawa Barat.

Baca Juga: Lama Gulung Tikar, Desa Penghasil Rotan di Katingan Kalimantan Tengah Bangkit Lagi Berkat Digaet oleh…

Bendungan yang dimaksud adalah Bendungan terbesar kedua di Indonesia, yakni Bendungan Jatigede.

Bendungan Jatigede merupakan bendungan yang dibangun oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2008.

Letak dari bendungan tersebut berada di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Hasil Survei Indikator Tunjukkan Erick Thohir Jadi Cawapres Paling Didukung Jokowi Menurut Warga Jawa Timur

Diketahui, Bendungan Jatigede merupakan salah satu bendungan yang diklaim terbesar di Indonesia.

Melansir dari laman sumedangkab.go.id, disebutkan bahwa Bendungan Jatigede memiliki kapasitas tampung sebesar 979,5 juta meter kubik air.

Awalnya, pembangunan Bendungan Jatigede telah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda saat menjajah Indonesia.

Baca Juga: Nostalgia! Inilah Deretan Jajanan SD Tahun 80-an, dr Zaidul Akbar: Bikin Bahagia, Padahal Aslinya…

Namun karena adanya kendala, pembangunan baru terealisasikan pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Salah satu kendala yang paling mendasar dalam kelanjutan rencana pembangunan bendungan tersebut ialah adanya tentangan dari masyarakat.

Masyarakat di sekitar daerah pembangunan bendungan menolak adanya proyek bendungan tersebut karena menyangkut kepemilikan tanah maupun bangunan permukiman.

Rencana pembangunan Bendungan Jatigede di Jawa Barat kembali menghangat di tahun 1990-an.

Setelah rencana matang, relokasi lahan warga sebanyak 28 desa, di empat kecamatan yang ada di Jawa Barat akhirnya dilakukan pada tahun 1982.

Kemudian, dilanjutkan penentuan desain dan proses kontruksi bendungan yang memakan waktu selama sembilan tahun lamanya, 2007 hingga 2015.

Setelah kontruksi dan penggenangan selesai, akhirnya Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono meresmikan Bendungan Jatigede di Jawa Barat pada tahun 2015. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]