Kini Jadi Ladang Cuan RI Rp1,7 Triliun, Ternyata Danau Toba Dulunya Hampir Bikin Manusia Alami Kepunahan

inNalar.com – Danau Toba masuk dalam program Destinasi Super Prioritas dari pemerintah. Namun dahulu Toba sempat membuat bencana yang meluluhlantahkan dunia.

Danau toba adalah salah satu objek wisata yang terkenal di Indonesia. Bahkan masuk kedalam program Destinasi Super Prioritas bersama Candi Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Program Destinasi Super Prioritas adalah rancangan yang dibuat untuk promosi wisata ke wisatawan. Selainitu juga tempat untuk mengembangkan ekonomi kreatif.

Baca Juga: China Kuras Ikan di Laut! Kapal Bobot 100.000 Ton Ini Jadi Proyek Perikanan Cerdas

Selain itu, program ini juga bertujuan agar destinasi wisata Indonesia tidak hanya berpusat di Bali yang sudah dikenal hingga mancanegara. Sehingga program ini juga disebut sebagai program “10 Bali Baru.”

Selain dikenal sebagai objek pariwisata, Danau Toba juga belakangan bertindak sebagai tuan rumah event skala internasional.

Terbaru, Danau Toba bertindak sebagai tuan rumah kejuaraan Aquabike Jetski World Champions yang akan diselenggarakan pada 13-17 November 2024 mendatang.

Baca Juga: Jalur Berbahaya Tapi Ngangenin? Ini Dia Tikungan Kereta Api Paling Ekstrem Sekaligus Terindah di Jawa Barat

Dengan terselenggarakan event skala internasional tersebut, Indonesia diperkirakan akan memperoleh perputaran ekonomi hingga Rp1,7 triliun.

Namun dibalik keindahan yang ditawarkan, ternyata dahulu lokasi Danau Toba menjadi momok yang membuat dunia hampir musnah.

Danau Toba adalah danau yang terbentuk karena letusan gunung purba supervolcano Toba yang terjadi sekitar 74.000 tahun yang lalu.

Baca Juga: Libatkan Jepang, Investasi Terbaru PLTU di Jawa Tengah Rp56,7 Triliun Ini Digadang Mampu Kurangi Polusi

Supervolcano adalah gunung berapi yang sangat jarang meletus. Namun apabila terjadi letusan, maka dampak yang ditimbulkan akan sangat destruktif.

Secara umum, supervolcano memiliki karakteristik kawah besar yang disebut sebagai caldera, dan sumber magma dalam jumlah yang sangat banyak.

Akibat letusan Gunung Toba, membentuk kaldera dengan panjang 100 km. Selain itu juga menyemburkan debu vulkanik yang menyelimuti bumi dan terjadi musim dingin selama enam tahun.

Baca Juga: Demi Kota Futuristik NEOM, Mohamed bin Salman ‘Lenyapkan’ 40.000 Penduduk Suku Nomaden Arab Saudi Ini

Bahkan batuan hasil erupsi Gunung Toba ditemukan hingga daratan Greenland yang berlokasi sangat jauh.

Akibat erupsi tersebut, hanya segelintir manusia saja yang mempu bertahan hidup, diperkirakan hanya 10.000 orang saja yang berhasil selamat.

Hal ini akibat dari musim dingin berkepanjangan yang mengakibatkan menipisnya pasokan makanan.

Baca Juga: Gebrakan Besar Progres Proyek Kilang Minyak Tuban, Investasi Nyaris Tembus Rp 300 Triliun!

Kini Danau Toba telah bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan yang diakui dunia. Keindahannya diakui UNESCO, yang menetapkannya sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

Keindahan Danau Toba tak hanya terletak pada alamnya, tetapi juga budaya lokal masyarakat Batak yang kaya akan tradisi dan nilai sejarah.

Pulau Samosir yang berada di tengah danau menjadi salah satu daya tarik utama, menawarkan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam dan kekayaan budaya.

Selain itu, dengan diselenggarakan event skala internasional di Danau Toba juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga dan membuat destinasi ini semakin terkenal di mancanegara.***(Muhammad Arif)

 

Rekomendasi