

inNalaar.com-Sebagai seorang muslim pastilah kita menginginkan kebahagian di dunia maupun akhirat.
Kebahagian di dunia yang dimaksud adalah kita sebagai seorang muslim selalu mendapatkan keselamatan, kesehatan dan juga keberkahan dari Allah SWT.
Namun apa yang tejadi di masa depan tidak pernah kita ketahui, karena sebagai seorang muslim kita harus meyakini adanya takdir.
Baca Juga: Keutamaan Orang yang Bekerja Sambil Berpuasa di Bulan Ramadhan, Gus Baha: Jangan Diremehkan
Takdir yang telah dituliskan oleh Allah SWT, yang nantinya menjadi sebuah dasar pijakan kehidupan kita sebagai seorang muslim.
Kita harus meyakaini apa yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT adalah suatu hal yang terbaik bagi kita umat muslim yang taat kepadanya.
Takdir yang merupakan ketetapan Allah SWT merupakan segala peristiwa yang terjadi kepada kita seorang muslim entah sekarang maupun di masa depan.
Bukan berarti takdir tersebut tidak bisa diubah, terdapat juga takdir Muallaq.
Takdir Muallaq adalah takdir yang bisa diubah ketetapanya asalkan kita berusaha dan juga berdoa.
Sebagai seorang muslim seringkali kita dipusingkan mengenai masa depan yang akan kita peroleh nanti dan bagaimana kita menyikapinya.
K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau sering kita kenal sebagai Gus Baha, menjawab kegelisahan ini dalam salah satu ceramahnya.
Cara pandangnya mengenai hal ini Gus Baha dasari dengan apa yang sudah dilakukan para ulama jaman dahulu.
Menurut Gus Baha para ulama jaman dahulu tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan sekian detik pun.
Gus Baha menghimbau kepada umat muslim agar tetap tenang dalam menjalani hidup.
Tenang yang dimaksud Gus Baha adalah dengan tidak membayangkan aneh-aneh mengenai apa yang nantinya akan terjadi.
“Ya sudah begitu caranya, tenang saja. Begini, Ulama dulu menghitung hidupnya itu hanya seperti sekian menit. Seperti Rasulullah juga tidak pernah menyiapkan makanan untuk besuk, karena Rasullulah pun tidak yakin hidupnya akan sampai besuk,” Ungkap Gus Baha dalam ceramah tersebut.
Baca Juga: Alert! Inilah Keistimewaan Bekerja Sambil Beribadah Puasa di Bulan Ramadhan Menurut Gus Baha
Cara pandang yang diungkapkan Gus Baha didasari dengan apa yang sudah dilakukan para ulama jaman dahulu dan juga Rasullulah SAW.
Sebagai seorang muslim kita pun dianjurkan untuk mengikutinya, jadi daripada terlalu sibuk memikirkan masa depan lebih baik kita menikmati kehidupan kita yang sekarang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi