

inNalar.com – Ini adalah artikel yang berisikan tentang khutbah Jumat dengan judul hati-hati terhadap dosa dan maksiat karena akan mendatangkan musibah.
Pada artikel khutbah Jumat ini dapat dibawakan saat sholat Jumat atau pada kegiatan keagamaan lainnya untuk umat Islam.
Artikel khutbah Jumat yang dikutip dari situs rumahsho dengan judul hati-hati terhadap dosa dan maksiat karena akan mendatangkan musibah.
Seorang laki laki sebagai umat Islam wajib hukumnya melaksanakan sholat Jumat di Masjid.
Hal ini juga berkaitan dengan mendengarkan khutbah Jumat pada saat melaksanakan sholat Jumat ini.
Sedangkan mendengarkan khutbah Jumat ini dapat meningkatkan keimanan dan ketenangan batin.
Dengan tema hati-hati terhadap dosa dan maksiat karena akan mendatangkan musibah inilah isinya.
Simak khutbah Jumat dibawah ini.
Assalamualaikum wr.wb.
Jamaah sekalian yang dimuliakan Allah swt, marilah kita mengucap syukur atas ridho-Nya kita dapat bertemu dan berkumpul di Masjid ini untuk tujuan yang mulia.
Shalawat serta salam marilah kita sanjung agungkan kepada baginda Rasulullah saw yang syafaatnya kita tunggu di hari akhir nanti.
Jamaah rahimakumullah
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)
Ali bin Abi Tholib –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan,
مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ
“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)
Perkataan ‘Ali –radhiyallahu ‘anhu– di sini selaras dengan firman Allah Ta’ala,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)
Para ulama salaf pun mengatakan yang serupa dengan perkataan di atas.
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, “Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)
Baca Juga: Sholawat di Hari Jumat Ternyata Punya Segudang Keistimewaan, Syekh Ali Jaber: Jangan Lupakan Ini
Ibnu Rajab Al Hambali –rahimahullah- mengatakan, “Tidaklah disandarkan suatu kejelekan (kerusakan) melainkan pada dosa karena semua musibah, itu semua disebabkan karena dosa.” (Latho’if Ma’arif, hal. 75)
Saatnya Merubah Diri
Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap hamba merenungkan hal ini.
Ketahuilah bahwa setiap musibah yang menimpa kita dan datang menghampiri negeri ini, itu semua disebabkan karena dosa dan maksiat yang kita perbuat.
Betapa banyak kesyirikan merajalela di mana-mana, dengan bentuk tradisi ngalap berkah, memajang jimat untuk memperlancar bisnis dan karir, mendatangi kubur para wali untuk dijadikan perantara dalam berdoa.
Juga kaum muslimin tidak bisa lepas dari tradisi yang membudaya yang berbau agama, namun sebenarnya tidak ada tuntunan sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Masih banyak yang enggan meninggalkan tradisi perayaan kematian pada hari ke-7, 40, dst.
Juga masih gemar dengan shalawatan yang berbau syirik semacam shalawat nariyah.
Juga begitu banyak kaum muslimin gemar melakukan dosa besar.
Kita dapat melihat bahwa masih banyak di sekitar kita yang shalatnya bolog-bolong.
Padahal para ulama telah sepakat dikatakan oleh Ibnul Qoyyim- bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa besar yang lebih besar dari dosa besar yang lainnya yaitu lebih besar dari dosa berzina, berjudi dan minum minuman keras.
Na’udzu billah min dzalik.
Baca Juga: Amalan dari Syekh Ali Jaber Ini Bikin Cepat Kaya, Jangan Kaget Kalau Tiba-Tiba Dapat Rezeki Melimpah
Begitu juga perzinaan dan perselingkuhan semakin merajalela di akhir-akhir zaman ini.
Itulah berbagai dosa dan maksiat yang seringkali diterjang.
Itu semua mengakibatkan berbagai nikmat lenyap dan musibah tidak kunjung hilang.
Agar berbagai nikmat tidak lenyap, agar terlepas dari berbagai bencana dan musibah yang tidak kunjung hilang.
Maka hendaklah setiap hamba memperbanyak taubat yang nashuh (yang sesungguhnya).
Baca Juga: Syekh Ali Jaber Beberkan Bacaan Amalan Sebelum Tidur Ala Rasulullah SAW agar Terbebas Gangguan Sihir
Karena dengan beralih kepada ketaatan dan amal sholeh, musibah tersebut akan hilang dan berbagai nikmat pun akan datang menghampiri.
Allah Ta’ala berfirman,
ذَلِكَ بِأَنَّ اللّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ وَأَنَّ اللّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri , dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Anfaal: 53)
إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ro’du: 11).***
Sumber https://rumaysho.com/302-musibah-datang-karena-maksiat-dan-dosa.html