Khutbah Jumat Terbaru Singkat edisi 9 Desember 2022 tentang Sunnah Nabi Muhammad yang Sering Ditinggalkan Umat


inNalar.com – Berikut ini adalah khutbah Jumat terbaru singkat yang cocok dibawakan pada tanggal 9 Desember 2022.

Edisi khutbah Jumat terbaru singkat dengan tema tentang sunnah Nabi Muhammad yang sering ditinggalkan umat Islam.

Selain itu khutbah Jumat terbaru singkat ini cocok digunakan pada saat momentum sholat Jumat.

Baca Juga: Peringati Hari Pencegahan Genosida Internasional pada Tanggal 9 Desember 2022: Pengertian dan Cara Mencegah

Saat sholah Jumat, teks khutbah Jumat terbaru singkat ini cocok untuk di sampaikan saat acara keagamaan yang lainnya.

Mendengarkan khutbah Jumat terbaru singkat ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketaqwaan dan keimanan pada umat Islam.

Inilah isi khutbah Jumat terbaru singkat dengan tema tentang sunnah Nabi Muhammad yang sering ditinggalkan umat Islam.

Baca Juga: Prediksi Arsenal vs Lyon di Piala Super Dubai: Susunan Pemain, Kondisi Kedua Tim dan Pertemuan Sebelumnya

Teks khutbah Jumat terbaru singkat


Ma’asyiral muslimin, jemaah masjid yang dimuliakan Allah.

Mengawali khotbah kali ini, para jemaah sekalian agar kita senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Dan di antara bentuk menaati serta menjalankan perintah Allah Ta’ala di dalam kehidupan sehari-hari adalah menghidupkan sunah-sunah nabi-Nya Muhammad SAW.

Baca Juga: Khutbah Jumat Terbaru Edisi 9 Desember 2022: Hakikat Hidup, Allah SWT Tidak Butuh Amal Ibadahmu

Di akhir zaman, Islam akan kembali asing. Sampai-sampai kaum Muslimin tidak mengenal ajaran-ajaran agamanya sendiri. Mereka asing terhadap sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sehingga sunnah Nabi banyak ditinggalkan oleh kaum Muslimin. Orang yang mengamalkan sunnah pun dianggap asing dan aneh.

Maka di masa ketika itulah, orang yang istiqamah mengamalkan sunnah Nabi diuji kesabarannya. Allah Ta’ala berfirman,

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini versi BMKG, 8 Desember 2022 : Hati-hati Potensi Hujan Dapat Disertai Kilat

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita” [QS Al-Ahqaf : 13].

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

“Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)” [QS. Al-Jin: 16].

Baca Juga: Hasil Uji Coba Manchester United 2-4 Cadiz, Setan Merah Harus Rela Dibekuk Tim Degradasi dari La Liga

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

يأتي على النَّاسِ زمانٌ الصَّابرُ فيهم على دينِه كالقابضِ على الجمرِ

“Akan datang suatu masa, orang yang bersabar berpegang pada agamanya, seperti menggenggam bara api” [HR. Tirmidzi no. 2260, disahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi].

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam juga bersabda,

بدأَ الإسلامُ غريبًا، وسيعودُ كما بدأَ غريبًا، فطوبى للغرباءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah ghuraba (orang-orang yang asing)” [HR. Muslim no. 145].

Baca Juga: Khutbah Jum’at Terbaru Edisi 9 Desember 2022, tentang Keistimewaan Al-Quran yang Jarang Diketahui

Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah menjelaskan hadis ini dengan mengatakan, “Artinya bahwa Islam dimulai dalam keadan asing sebagaimana keadaan di Mekkah dan di Madinah ketika awal-awal hijrah.

Islam tidak diketahui dan tidak ada yang mengamalkan kecuali sedikit orang saja.

Kemudian ia mulai tersebar dan orang-orang masuk (Islam) dengan jumlah yang banyak dan dominan di atas agama-agama yang lain.

Dan Islam akan kembali asing di akhir zaman, sebagaimana awal kemunculannya.

Baca Juga: Wow! Sosok Erina Gudono, Calon Istri Kaesang Pangarep Bukan Hanya Keren dalam Prestasi, tapi Jago Lakukan Ini

Ia tidak dikenal dengan baik kecuali oleh sedikit orang dan tidak diterapkan sesuai dengan yang disyariatkan kecuali sedikit dari manusia dan mereka itu asing.

Dan hadis lengkapnya adalah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فطوبى للغرباء

“Maka beruntunglah orang-orang yang asing”.

Dan dalam riwayat yang lain,

Baca Juga: Hari Hak Asasi Manusia 2022 Diperingati Kapan? Ini Jadwal Peringatan dan Sejarah Menarik Dibaliknya

قيل يا رسول الله ومن الغرباء؟ فقال: الذين يصلحون إذا فسد الناس

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, “Wahai Rasulullah, siapa yang asing itu (al-Ghuraba)?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Yaitu orang-orang yang mengadakan perbaikan di tengah manusia yang berbuat kerusakan”.

Dan dalam lafaz yang lain,

هم الذين يصلحون ما أفسد الناس من سنتي

”Mereka adalah orang-orang yang memperbaiki sunnahku yang dirusak manusia”

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,8 Menguncang Sukabumi, Ternyata Wilayah Ini Paling Merasakan Getarannya!

Orang-orang yang bisa bersabar dan tetap istiqamah di masa itu, ia akan mendapatkan pahala yang besar dan kedudukan yang tinggi. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ

“Beribadah di masa haraj (sulit), seperti berhijrah kepadaku” [HR. Muslim no. 2948].

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan,

المراد بالهرج هنا الفتنة واختلاط أمور الناس

“Yang dimaksud dengan al-haraj adalah fitnah (kekacauan) dan kesemrawutan perkara di tengah manusia” [Syarah Shahih Muslim, 18/391].

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Sukabumi, Warga Bandung Ternyata Turut Rasakan Getarannya

Bahkan orang-orang yang istiqamah ketika itu dikatakan sebagai orang yang beruntung mendapatkan surga. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

بدأَ الإسلامُ غريبًا، وسيعودُ كما بدأَ غريبًا، فطوبى للغرباءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah ghuraba (orang-orang yang asing)” [HR. Muslim no. 145].

Kata طوبى dalam hadis ini maknanya adalah surga. Dalam sebuah hadis disebutkan,

Baca Juga: Ayu Ting Ting Unggah Foto Pakai Piyama Couple Bareng Pria Ini, Postingannya Langsung Jadi Sorotan Netizen

طوبى شجرةٌ في الجنَّةِ ، مسيرةُ مائَةِ عامٍ

“Tuba adalah pohon di surga, tingginya sepanjang perjalanan 100 tahun” [HR. Ahmad no.11673, Abu Ya’la dalam Musnad-nya no.1374, dihasankan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami, no. 3918].

Maka tidak mungkin bisa mendapatkan “tuba” ini kecuali orang yang masuk surga. Maka tetaplah istiqamah, dan bersabarlah dalam mengamalkan sunnah Nabi. Semoga Allah Ta’ala memberi taufik.

***

Rekomendasi