

inNalar.com – Berikut ini adalah khutbah Jumat terbaru tentang keistimewaan Al-Quran yang jarang diketahui.
Teks khutbah Jumat tentang keistimewaan Al-Quran ini sangat cocok dibawakan pada saat shalat Jumat tanggal 9 Desember 2022.
Masih banyak yang belum mengetahui tentang keistimewaan Al-Quran, maka dari itu sangat disarankan untuk memakainya ketika khutbah Jumat.
Kita sebagai umat muslim tentunya harus tau apa itu keistimewaan Al-Quran.
Al-Quran diturunkan melalui perantara malaikat Jibril yang menyampaikan langsung kepada Rasulullah SAW dengan proses yang bertahap.
Al-Quran merupakan pedoman hidup bagi semua umat muslim di dunia. Kitab suci Al-Quran juga menjadi sebuah petunjuk bagi semua umat manusia hingga akhir zaman.
Baca Juga: Hari Hak Asasi Manusia 2022 Diperingati Kapan? Ini Jadwal Peringatan dan Sejarah Menarik Dibaliknya
Isi dari kandungan Al-Quran itu sendiri ialah ibadah, akidah dan muamalah, hukum , akhlak, sejarah, dan ilmu pengetahuan.
Inilah khutbah Jumat terbaru 9 Desember 2022 dengan judul keistimewaan Al-Quran yang jarang diketahui, dilansir inNalar.com dari laman Tebuireng.online
اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Baca Juga: Yuk Ikut Jadi Relawan Piala Dunia U20 Indonesia, Ternyata Gampang kok Berikut Cara Daftarnya
Marilah dalam kesempatan yang berbahagia ini, senampang jiwa raga kita masih penuh dengan kesehatan penuh dengan kenikmatan penuh dengan anugerah Allah SWT.
Marilah kita terus tanpa henti dengan penuh kesabaran, tingkatkan kualitas takwa kita kepada-Nya.
Dalam artian menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala yang Allah larang.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Sukabumi, Warga Bandung Ternyata Turut Rasakan Getarannya
Serta mengikuti Baginda Nabi SAW dan menjauhi apa yang menjadi larangannya.
Sehingga perjalanan kita dalam menjalankan syariat tetap di atas naungan ridha Allah SWT.
Dengan bermodalkan ketawadukan dan kesabaran kelak kita mendapat ridho dari Allah bertemu Nabi Muhammad di surga Allah SWT.
Hadirin Jamaah Jumat
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas betapa pentingnya melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.
Namun, akan kami garis bawahi cinta kita membaca Al-Quran yang merupakan firman Allah.
Dalam banyak kitab salaf saleh diterangkan bahwa seorang hamba yang ingin benar-benar bermusyawarah dengan Allah, maka nampaknya melakukan ibadah kepada-Nya, ditambah dengan ibadah sunah lainnya.
Yang kedua, masyarakat terbiasa membaca Al-Qur’an. Sebab kebiasaan membaca Al-Qur’an itu lah waktu seorang hamba berdialog dengan Tuhannya.
Apakah yang kalian ragukan sehingga kalian tidak pernah membaca Al-Qur’an, hingga dalam sehari tidak pernah menyentuhnya, bahkan mungkin seminggu, atau sebulan yang parah tidak sama sekali.
Apalagi kita menjadi seorang santri, selain mempelajari wawasan keagamaan, meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran juga menjadi pokok di sini.
Sehingga nanti kalian tidak merinding ketika sudah pulang di rumah saat diminta membaca Al-Quran.
Santri harus selalu siap ketika diminta membaca Al-Quran di musolah-musolah.
Seseorang yang mungkin tidak lihai membaca kitab, tapi mahir ketika membaca Al-Qur’an, maka hal itu akan menutupi kekurangannya.
Akan tetapi jika orang lihai membaca kitab-kitab kuning, di sisi lain bacaan Al-Qur’annya kurang baik.
Maka hal itu akan dianggap melukai kesantriannya. Oleh karena itu kita sebagai santri harus terus menerus membaca Al-Quran.
Hadirian Jamaah Jumat
Al-Quran jauh sebelumnya pernah dihujat oleh orang musyrikin ketika hadir di hadapan Nabi Muhammad.
Mereka menganggap Al-Quran hanyalah dongen, fiksi, dan karangan belaka.
Melihat hal itu maka Allah dalam firman-Nya menantang orang-orang tersebut dalam tiga tahapan.
Pertama, ditunjukkan Allah pada surat Al-Isra’ ayat 88:
قُل لَّىِٕنِ ٱجۡتَمَعَتِ ٱلۡإِنسُ وَٱلۡجِنُّ عَلَىٰۤ أَن یَأۡتُوا۟ بِمِثۡلِ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ لَا یَأۡتُونَ بِمِثۡلِهِۦ وَلَوۡ كَانَ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضࣲ ظَهِیرࣰا
Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekali pun mereka saling membantu satu sama lain . ”
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini Versi BMKG, 8 Desember 2022: Bakal Turun Hujan Tidak?
Kedua, ditunjukkan oleh Allah pada surat Hud ayat 13. Allah hanya menantang kepada orang yang meragukan Al-Quran untuk membuat 10 surat tandingan untuk Al-Quran:
أَمۡ یَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ قُلۡ فَأۡتُوا۟ بِعَشۡرِ سُوَرࣲ مِّثۡلِهِۦ مُفۡتَرَیَـٰتࣲ وَٱدۡعُوا۟ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَـٰدِقِینَ
Bahkan mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur’an itu.”
Katakanlah, “(kalau demikian), datanglah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur’an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja yang kamu mampu (ajak) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”
Ketiga, Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 13:
وَإِن كُنتُمۡ فِی رَیۡبࣲ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا فَأۡتُوا۟ بِسُورَةࣲ مِّن مِّثۡلِهِۦ وَٱدۡعُوا۟ شُهَدَاۤءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَـٰدِقِینَ
Artinya, “Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”
Allah menantang orang-orang yang meragukan Al-Quran untuk membuat tandingan yang sama dengannya, namun tidak ada yang mampu.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries Hari Ini, 8 Desember 2022: Siap-Siap Ketemu dengan Orang Spesial Ya
Allah masih menantang mereka lagi membuat 20 surah saja, juga masih belum ada yang mampu.
Bahkan Allah menantang mereka membuat satu surah saja mereka masih belum mampu menandingi Al-Quran.
Artinya kebesaran Allah dalam menjaga Al-Quran benar-benar ada sejak zaman diturunkan hingga saat ini.
Sehingga kemurnian Al-Quran tidak terusik oleh apa pun. Setiap hurufnya dijaga oleh Allah.
Al-Quran juga bisa menjadi hadiah kepada muslim yang sudah wafat.
Jangan sampai kita tidak sama sekali mengunjungi dan menghadiahi keluarga dan guru kita dengan bacaan Al-Quran.
Baca Juga: Kompak! Bupati Bangkalan Ditangkap KPK, Begitu Juga sang Kakak Fuad Amin Imron yang Hobi Korupsi
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ االرَّحِيْمُ
***