Khutbah Jumat Singkat Terbaru, Inspirati dan Penuh Makna, Menyadarkan Umat Islam: Tema Filosofi Zakat

inNalar.com – Khutbah Jumat singkat terbaru ini mengangkat tema filosofi zakat, diawali dengan menyebutkan Al Quran surat Al Mukminun ayat 1-4, dimana Allah SWT berfirman terkait orang beriman yang beruntung.

Orang beriman yang tidak merugi, yaitu mendirikan sholat dengan khusyu, jauh dari hal tidak bermanfaat, dan membayar zakat. Khutbah Jumat singkat terbaru menerangkan ketiga hal tersebut adalah ciri manusia mukmin.

Khutbah Jumat singkat terbaru membahas pula makna zakat secara bahasa yang berarti bertambah, bahkan lebih dari pada itu, tepatnya berlipat ganda, hal ini sesuai dengan Al Quran surat Ruum ayat 39.

Baca Juga: Doa Sholat Dhuha, Amalan di Tengah-Tengah Kesibukan Kerja: Alirkan Pahala Berlimpah pada Bulan Ramadhan 2022

Makna lain dari tema fiosofi zakat dalam Khutbah Jumat singkat terbaru ini, yaitu mensucikan dari campuran hak orang lain dan perilaku buruk, hal ini juga disebutkan di dalam Al Quran surat At Taubah ayat 103, terdapat pula kakta membersihkan.

Khutbah Jumat singkat terbaru menerangkan bahwa orang yang menunaikan zakat maka secara tidak langsung telah mendidik dirinya sebagai manusia mulia, memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap sesama sehingga cerdas sosial.

Dikutip inNalar.com dari laman Suara Muhammadiyah pada Rabu, 22 Juni 2022 Khutbah Jumat singkat terbaru ini mengungkapkan pula tema filosofi zakat yaitu bagi yang menunaikan akan memiliki kecerdasan spiritual tinggi.

Baca Juga: dr Zaidul Akbar Bagikan 13 Makanan Sehat yang Bikin Otak Cerdas dan Mudah untuk Menghafal Sesuatu

Khutbah Jumat pertama

اَلْحَمْدُ ِلله ِالَّذِى اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلىَ الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفاَ بِاللهِ شَهِيْدًا اَشْهَدُ اَنْ لاَ ِالَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى َالِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ: فَيَاَ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْاللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُون

وَقَالَ اللهُ تَعَالَى:قَدْ أَفْلَحَ الْمُوءْمِنُونَ. الذِيْنَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِمُعْرِضُونَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah,

Dalam kesempatan Khutbah jum’at siang ini, tidak lupa marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua.

Sehingga sampai saat ini kita masih diberi kekuatan dan kesempatan untuk dapat melaksanakan salah satu kewajiban kita yaitu jama’ah shalat jum’at.

Sebagai wujud rasa syukur itu marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan taqwa yang sebenar-benarnya taqwa.

Baca Juga: Naskah Khutbah Idul Fitri 2022 Menggetarkan Jiwa Sadarkan Hati, Tema Meraih Taqwa Menjadi Muslim Wasathiyah

Mudah-mudahan dengan taqwa itu kita mampumelaksanakan kewajiban yang diperintahkan Allah kepada kita dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

Karena dibalik perintah dan larangan Allah itu secara filosofis pasti memiliki makna yang besar bagi kelangsungan hidup kita tidak terkecuali perintah melaksanakan zakat.

Firman Allah:

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari sesuatuyang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat, (QS. Al Mu’minuun : 1-4)”

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah,

Ayat yang terdapat dalam surat Al Mu’minuun ini menegaskan bahwa mengeluarkan zakat disamping menjalankan rukun Islam, juga merupakan bukti nyata dan indikasi sebagai orang yang beriman kepada Allah SWT.

Baca Juga: Apa Perbedaan Sumber dan Dasar Hukum? Simak Penjelasannya di Sini

Mereka dijamin oleh Allah akan mendapatkan kemuliaan dan keberuntungan bahkan kesuksesan yang besar yang akan didapat tidak saja di akherat tetapi juga di dunia ini.

Mengingat permulaan ayat tersebut menggunakan istilah aflaha yang menurut Dr Atabik Lutfi MA dalam Tafsir Tazkiyah.

Setiap ayat yang menggunakan istilah aflaha dengan derifasinya mengandung makna keberhasilan dan keberuntungan yang berorientasi pada kehidupan dunia dan akherat.

Makna Keberhasilan dan keberuntungan dunia akherat tentang zakat itu juga dapat dipahami secara bahasa dari makna zakat itu sendiri, yang berarti”bertambah”.

Artinya siapa yang mengeluarkan zakat dari sebagaian harta benda miliknya akan mendapatkan tambahan bahkan tidak sekedar tambahan biasa tetapi tambahan yang berlipat ganda.

Baca Juga: Konflik Rusia-Ukraina, Benarkah FIFA Hipokrit dan Punya Standar Ganda Terkait Ekspresi Politik di Sepak Bola?

Firman Allah : Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhoan Allah, maka (yang berbuat demikian). Itulah orang-orang yang melipat gandakan (QS. Ruum : 39)

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah,

Istilah zakat secara bahasa juga bisa dimkanani dengan tazkiyah atau menyucikan. Sehingga orang yang mengeluarkan zakat berarti menyucikan harta benda milikinya.

Dari harta yang bercampur dengan harta yang menjadi haknya orang lain, dan juga menyucikan diri pribadi dan ruhaninya dari sikap dan prilaku yang tidak baik.

Ambillah zakat darisebagianhartamereka, dengan zakat itukamumembersihkan (hartamereka) danmensucikan (jiwa) mereka (QS. At Taubah: 103)

Zakat yang dikeluarkan oleh muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) secara psikologis akan mampu mendidik dirinya sebagai orang yang memiliki pribadi yang mulia.

Memiliki rasa peduli dan solidaritas yang tinggi dengan sesama. Rasa peduli dan solidaritas tinggi ini menurut teori pendidikan akan mampu mewujudkan dirinyas ebagai orang yang memiliki kecerdasan sosial (intelijensi emotional).

Baca Juga: Ciri-ciri dan Cara Mengatasi Toxic Positivity, Sisi Negatif Berpikir Positif

Sekaligus juga akan mewujudkan kecerdasan spiritual (inteligensia spiritual) yang tinggi karena zakat merupakan pelaksanaan nilai-nilai sosial keagamaan.
Sedang kedua kecerdasan ini merupakan pilar utama dalam meraih keberhasilan dan kesuksesan seseorang yang tidak saja di akhirat nanti teta pijuga di dunia ini.

Firman Allah: Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.Sungguh beruntung (dunia akherat) orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sungguh merugi orang yang mengotorinya. (QS. Asy-Syams :8-10)

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah,

Sementara dari sisi yang lain zakat yang menjadi haknya fakir miskin (yang merupakan bagian dari delapan asnaf yang berhakmenerima zakat) jika tidak diberikannya maka bisa menimbulkan berbagai macam kejahatan sosial.

Orang yang mengalami banyak tekanan ekonomi dan sosial sangat mudah melakukan kejahatan seperti perampokan ,penipuna , pencurian. Bahkan karena tekanan ekonomi seseorang yang baik-baik bisa menjadi nyeleweng yang melanggar nilai-nilai agama.

Baca Juga: 10 Link Hasil Pengumuman UTBK SBMPTN 2022 dan Unduh Sertifikat Nilai, Akses Hari Kamis, 23 Juni 2022

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa permaslahan ekonomi sangat berhubungan erat dengan akidah, akhlak dan ibadah seseorang.

Bahkan Rasulullah saw pernah mengisyaratkan bahwa kefakiran itu mendekatkan kepada kekufuran “Kadal fakru ayyakuuna kufran,” (HR. Abu Naim).

Maka orang yang tidak mau mengeluarkan zakat secara tidak langsung membiarkan orang lain melakukan kejahatan dan pelanggaran agama.

Dengan alasan inilah maka orang yang tidak peduli dengan sesama dan tidak mau mengeluarkan zakat, Allah mengancamnya sebagai orang yang mendustakan agama.

بَارَكَ الله ُلِى وَلَكُمْ فِي اْلقُرْاَنِ اْلعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِاْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمِ

Baca Juga: Bohong! Ray Prama Petugas PPSU yang Mengaku THR-nya Rp4,4 Juta Diambil Begal, Ternyata Kalah Judi Online

Khutbah Jumat kedua

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَنَا وَاِيَّكُمْ عِبَادِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَاَدَّبَنَا بِالْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ الَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. َ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

وَقَالَ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلاَءِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِي يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَا بِهِ اَجْمَعِيْنَ, وَارْضَى عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah,

Sebegitu pentingnya pemanfaatan zakat ini terutama dalam membantu keperluan sosial dan pembiayaan perjuagan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam (sabilillah).

Maka tidak heran jika ketika Abu Bakar menjadi Khulaafa Ar-rashidiin pengganti Nabi Muhammad saw sangat tegas dalam menegakan syari’at zakat, seraya memerangi orang yang tidak mau mengeluarkan zakat.

Baca Juga: Viral Beberapa Remaja Cari Ikan, Salah Seorang Kemasukan Ular di Celana, Netizen: Naksir Itu Mau Silaturahmi

Demikian hutbah jum’at yang dapat kami sampaikan mudah-mudahan bermanfaat dan menambah pemahaman akan arti pentingnya zakat bagi diri kita semua. Aamiin

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُوءْمِنِيْنَ وَالْمُوءْمِنَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ ِانَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ ِاذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ِانَّكَ اَنْتَ الْوَهَّاب. رَبِّى اغْفِرْلِى وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبّى اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون وَالسَّلاَمُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ .

Khutbah Jumat singkat terbaru ini disusun oleh Jindar Wahyudi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Boyolali, Alumni Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS.***

 

Rekomendasi