Khutbah Jumat Singkat dan Terbaru Tentang Menjaga Kedamaian Lingkungan Dengan Berbuat Baik Terhadap Tetangga

inNalar.com – Simak khutbah Jumat singkat dan terbaru tentang menjaga kedamaian di lingkungan sekitar.

Menjaga kedamaian lingkungan ini bisa diwujudkan salah satunya dengan berbuat baik terhadap tetangga.

Dalam khutbah Jumat ini akan dipaparkan mengapa sebagai seorang individu kita wajib berbuat baik kepada tetangga.

Khutbah Jumat ini relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang mulai memudarkan nilai saling menghormati dan toleransi antar tetangga.

Dengan menyimak khutbah Jumat ini semoga bisa menjadi acuan agar lebih baik lagi dalam menjalankan peran sebagai makhluk sosial.

Baca Juga: Gus Baha Terbaru 2022: Ini 5 Dosa Paling Besar di Mata Allah SWT, Umat Islam Wajib Tahu!

Teks khutbah Jumat ini dikutip inNalar.com dari islam.nu.or.id sebagi berikut.

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِك. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَه. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرْاً وَنَذِيْراً. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَاماً دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Pada kesempatan mulia ini, khatib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa; dengan menjauhi larangan Allah sejauh-jauhnya dan menjalankan perintah-Nya semampunya.

Dengan demikian kita dapat berproses menjadi sebaik-baiknya hamba Allah sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Quran surat al-Hujurat ayat 13:

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

Baca Juga: Gelombang 37 Kartu Prakerja Ditutup Hari Ini Rabu, 20 Juli 2022. Cek Selengkapnya

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala

Salah satu usaha demi terwujudnya perdamaian kehidupan sosial masyarakat adalah kerukunan antar manusia, dimulai dari yang terdekat dengan kita, yaitu tetangga kita sendiri.

Bagi sebagian orang, mungkin kita diantaranya, tetangga merupakan orang yang paling dekat setelah sanak saudara. Sebab, ketika dalam kesulitan dan tidak ada saudara di sekeliling kita, maka tetanggalah yang akan menolong kita.

Oleh karena tetangga menjadi sosok yang penting bagi masing-masing orang di tengah kehidupan bermasyarakat, maka Islam begitu menganjurkan umatnya untuk menghormati dan memuliakan tetangganya.

Dengan saling memuliakan dan menghormati satu sama lain, bergotong royong dan saling membantu maka terciptalah lingkungan yang baik, tenang, damai dan tenteram.

Baca Juga: Update Harga Emas 1 Gram Rabu, 20 Juli 2022: Tetap di Harga Rp963.000

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Al-Quran surah An-Nisa’ayat 36:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا.

Artinya: “Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Berbuat baiklah terhadap orang tua, kerabat dekat, anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”.

Terkait ayat ini, Syekh Wahbah al-Zuhaili menyebutkan dalam tafsirnya, bahwa yang dimaksud dengan tetangga dekat adalah orang yang dekat dengan kita baik secara tempat, nasab, atau agama.

Sedangkan tetangga jauh adalah orang yang jauh tempat tinggalnya dengan kita atau orang yang tidak memiliki nasab dengan kita/bukan keluarga.

Dari penafsiran ini, kita dapat mengetahui bahwa perintah berbuat baik kepada tetangga yang dimaksud dalam ayat yang dibaca tadi ialah kepada tetangga di sekitar rumah kita.

Baca Juga: Dinda Kanya Dewi Alami Kecelakaan, Mobil Rusak Parah Diseruduk Truk

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang sangat memuliakan tetangganya dan sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga keharmonisan hubungan antar tetangga.

Saking pentingnya hubungan kita dengan tetangga-tetangga kita, malaikat Jibril pernah mewasiatkan Nabi perihal hubungan antar tetangga, hingga Nabi mengira jika tetangga pun mendapatkan hak waris kita sebagaimana saudara-saudara kita, karena saking dekatnya tetangga dengan kita.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang terdapat di dalam Shahih al-Bukhari:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ. رواه البخاري.

Artinya: “Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Jibril terus mewasiatkan perihal tetangga. Hingga aku menyangka bahwa tetangga akan menjadi ahli waris”. (H.R. Al-Bukhari)

Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 2 SD Halaman 4 Buku Tematik Subtema 1 Pembelajaran 1

Jamaah shalat Jumat yang diberkahi Allah subhanahu wa ta’ala

Islam melarang umatnya untuk berbuat jahat kepada tetangga. Jangankan kejahatan, mengganggu kenyamanan tetangga saja maka hal itu merupakan tanda iman belum sempurna.

Selain itu, membiarkan tetangga kelaparan pun merupakan tanda iman yang tidak sempurna. Mengenai hal-hal tadi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بوَائِقَهُ. رواه البخاري.

Artinya:“Demi Allah, tidak sempurna imannya, demi Allah tidak sempurna imannya, demi Allah tidak sempurna imannya.” Rasulullah saw. ditanya “Siapa yang tidak sempurna imannya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Seseorang yang tetangganya tidak merasa aman atas kejahatannya.” (Hadis riwayat Al-Bukhari).

Baca Juga: Sedih Usai Gagal UTBK SBMPTN 2022? Intip Cara Menghilangkan Kesedihan Supaya Tidak Berlarut

Tidak hanya berkurangnya iman, bahkan orang yang menyakiti tetangganya dapat masuk neraka dan sebaliknya, ada surga bagi yang berbuat baik kepada tetangga.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: قِيْلَ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ فُلاَنَةَ تُصَلِّي اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ وَفِي لِسَانُهَا شَيْءٌ يُؤْذِي جِيرَانَهَا سَلِيطَةٌ قَالَ: لاَ خَيْرَ فِيهَا هِيَ فِي النَّارِ وَقِيلَ لَهُ: إِنَّ فُلاَنَةَ تُصَلِّي الْمَكْتُوبَةَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتَتَصَدَّقُ بِالأَثْوَارِ وَلَيْسَ لَهَا شَيْءٌ غَيْرُهُ وَلاَ تُؤْذِي أَحَدًا قَالَ: هِيَ فِي الْجَنَّةِ. رواه الحاكم.

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anha ia berkata, “Dikatakan kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Fulanah selalu shalat malam dan puasa di siang harinya. akan tetapi, ia sering mencela tetangganya.”

Rasulullah saw. bersabda, “Ia tidak baik, ia masuk neraka.” Disebutkan kepada Rasulullah saw. bahwa fulanah hanya melaksanakan shalat wajib, puasa Ramadhan, dan bersedekah hanya secuil keju. Akan tetapi ia tidak pernah menyakiti tetangganya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ia masuk surga.” (H.R. Al-Hakim)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Dari ayat dan hadits-hadits yang telah disebutkan tadi, penting sekali kita membangun hubungan yang baik dengan tetangga kita. Lantas bagaimana cara kita bergaul dengan etika yang baik dengan tetangga kita?

Baca Juga: Resep Tulang Kuat Hingga Usia 80 Tahun, dr. Zaidul Akbar Ungkap Kisah Nyata Kakek Konsumsi Ramuan Ampuh Ini

Imam al-Ghazali menyebutkan beberapa adab bertetangga dalam risalahnya yang berjudul al-Adab fi al- Din, yaitu:

ابتداؤه بالسلام، ولا يطيل معه الكلام، ولا يكثر عليه السؤال، ويعوده في مرضه، ويعزيه في مصيبته، ويهنيه في فرحه، ويتلطف لولده وعبده في الكلام، ويصفح عن زلته، ومعاتبته برفق عند هفوته، ويغض عن حرمته، ويعينه عند صرخته، ولا يديم النظر إلى خادمته

Artinya: “Mendahului untuk mengucapkan salam, tidak lama-lama dalam berbicara, tidak banyak tanya, menjenguk mereka ketika sakit, belasungkawa apabila mereka tertimpa musibah, ikut bergembira atas kegembiraan tetangga, berbicara dengan lembut kepada anak tetangga dan pembantunya, memaafkan kekhilafannya, menegur secara halus ketika mereka berbuat kesalahan, menundukkan mata dari memandang istrinya, memberikan pertolongan ketika diperlukan dan tidak terus-menerus memandang pembantu perempuannya.”

Jamaah shalat Jumat yang diberkahi Allah subhanahu wa ta’ala

Semoga kita masuk ke dalam golongan orang-orang yang memuliakan tetangga, sehingga lingkungan kehidupan kita menjadi tenteram dan damai, penuh suka dan cinta. Juga, kita dapat meraih surga Allah subhanahu wa ta’ala dan bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kelak karena memuliakan tetangga.

Baca Juga: [Fiksi Mini] Minggu Horror Part 4: Bermain Petak Umpet

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Demikian khutbah Jumat yang menjelaskan tentang menjaga kedamaian dengan berbuat baik kepada tetangga.***

Rekomendasi