

inNalar.com- Berikut naskah khutbah Jumat Singkat dan terbaru tentang menumbuhkan sikap sabar saat ditimpa musibah.
Naskah khutbah Jumat ini cocok dibawakan pada saat sholat Jumat mengingat akhir-akhir kita kerap mendengar hal-hal yang menyedihkan seperti bencana alam, kerusuhan di berbagai acara yang menelan korban jiwa, dan lain-lain.
Melalui khutbah Jumat ini mengingatkan kita bahwa segala hal baik dan hal buruk terjadi atas izin Allah. Siapa saja yang tengah ditimpa musibah hendaknya menerima itu dengan sabar karena Allah pasti merencanakan hal baik dari setiap ujian yang kita terima.
Khotib dapat membawakan materi khutbah Jumat ini sebagai sarana untuk memotivasi para jamaah khususnya, bahwa musibah yang diberikan oleh Allah tidak untuk membuat hidup manusia bermasalah melainkan sebagai sarana agar mereka dapat meraih tempat yang lebih baik.
Materi khutbah Jumat ini juga menegaskan bahwa Allah menguji manusia sesuai dengan kapasitas yang ia miliki, bukan di luar batas kemampuannya.
Teks khutbah Jumat ini mengingatkan betapa pentingnya sikap tolong menolong, bahu-membahu membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah guna meringankan beban mereka.
Baca Juga: Bukan Michelle Ziudith yang Perankan Adegan Panas di Series Kupu-Kupu Malam, Ternyata Orang Ini
Semoga naskah khutbah Jumat ini bisa menumbuhkan pikiran positif bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. Kendati saat tertimpa masalah mungkin terdapat kesedihan yang menusuk hati.
Berikut naskah khutbah Jumat singkat terbaru tentang menumbuhkan sikap sabar saat ditimpa musibah selengkapnya.
Khutbah 1
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِك. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَه. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرْاً وَنَذِيْراً. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَاماً دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Mengawali khutbah Jumat di siang hari yang penuh berkah ini, khatib mengajak jamaah sekalian, serta diri khatib pribadi, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah, takwa dalam arti melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Dengan rasa takwa yang kita pelihara wujudnya dalam diri dan perilaku kita, niscaya Allah berikan kita kemudahan dan jalan keluar di setiap permasalahan hidup yang menimpa, dan Allah datangkan rezeki yang tidak pernah kita sangka-sangka.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Akhir-akhir ini kita banyak mendengar, bahkan mengalami langsung bencana dan fenomena alam. Gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu cukup menimbulkan kekhawatiran dalam diri kita.
Korban-korban akibat gempa bumi insya Allah wafat husnul khatimah dan Allah tempatkan di tempat yang tertinggi di sisi-Nya. Sudah sepatutnya kita mengulurkan bantuan kepada saudara-saudara kita, baik berupa tenaga maupun harta benda.
Baca Juga: 6 Tips Mengatasi Burnout di Tempat Kerja yang Bisa Membuat Anda Terhindar Stres Berat dan Depresi
Kendati sejatinya kita tidak saling mengenal, namun pada hakikatnya kita semua adalah saudara, saudara dalam agama, saudara dalam bernegara, juga saudara dalam kemanusiaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Orang mukmin terhadap mukmin lainnya bagaikan satu bangunan, satu sama lainnya saling kuat-menguatkan.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Selain memberikan bantuan berupa tenaga dan harta, kita juga perlu berdoa untuk saudara-saudara kita agar diberikan kekuatan dan kesabaran terhadap musibah yang menimpa mereka. Sifat sabar sangat penting eksistensinya dalam diri seorang mukmin.
Tanpa rasa sabar, seseorang yang tertimpa musibah tidak akan segan-segan mengutuk atau menyalahkan takdir Allah yang telah ditetapkan, kendati rasa kehilangan yang menusuk dalam hati hingga menimbulkan kesedihan yang mendalam adalah manusiawi.
Baca Juga: Guguran Awan Panas dari Erupsi Gunung Semeru Hantam Jembatan Gladak Perak Lumajang-Malang
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Sifat sabar dalam menghadapi musibah merupakan cerminan dari ketulusan hati seorang mukmin dalam menghamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Pasalnya apabila seorang hamba sudah benar-benar ikhlas dan rida terhadap segala ketentuan yang telah ditakdirkan oleh Allah, maka baik dan buruknya akan diterima dengan kesabaran dan kesadaran bahwa semua yang menimpanya merupakan suratan takdir. Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
عن أبي سعيد الخدري -رضي الله عنه-، عن النبي -صلى الله عليه وسلم- أنّه قال: (ما يُصِيبُ المُؤْمِنَ مِن وصَبٍ، ولا نَصَبٍ، ولا سَقَمٍ، ولا حَزَنٍ حتَّى الهَمِّ يُهَمُّهُ، إلَّا كُفِّرَ به مِن سَيِّئاتِهِ). رواه مسلم
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kekhawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (Hadits riwayat Imam Muslim).
Jamaah yang dirahmati Allah
Dari hadits yang dibacakan tadi, kita dapat mengambil faedah bahwa kesabaran seorang mukmin terhadap setiap sesuatu yang tidak menyenangkan yang menimpanya akan diberikan ganjaran oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dengan ganjaran berupa dihapusnya dosa-dosa kita.
Dengan adanya jaminan tersebut, perlu kita sadari bahwa setiap hal yang buruk dalam kacamata manusia, belum tentu buruk di sisi Allah. Akan ada konsekuensi dan balasan terhadap musibah yang kita alami, maka perlu sekali kita berlatih untuk meringankan risau kita akan nasib yang menimpa. Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya cobaan. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai sebuah kaum niscaya Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Maka siapa pun yang rida, maka Allah akan rida kepadanya. Dan siapa pun yang tidak rida, maka Allah pun tidak akan rida kepadanya.” (Hadits riwayat Imam al-Tirmidzi).
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Meskipun Allah subhanahu wa ta’ala memberikan cobaan kepada kita, Allah tidak akan memberatkan kita dengan ujian yang melampaui batas kemampuan kita. Hal tersebut Allah sebut dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 286:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS Al-Baqarah : 286).
Dari ayat tersebut, yakinlah bahwa ujian berupa musibah yang menimpa seorang mukmin tidak akan melewati kesanggupannya.
Oleh sebab itu, tetaplah optimis bahwa pertolongan akan datang kepada kita di kala kesulitan dan musibah menghampiri kita.
Tetaplah menjadi pribadi yang bijaksana meski ujian terasa berat, ingat selalu bahwa Allah bersama kita dalam keadaan apa pun. Rahmat Allah subhanahu wa ta’ala akan selalu tercurah kepada kita, sebab sungguh Dia Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah 2
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Demikian khutbah Jumat ini saya akhiri. Semoga apa yang saya sampaikan membawa kemaslahatan bagi kita semua.
Wassalamu’alahikum warahmatullahi wabarakatu.
Sumber: https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-menumbuhkan-rasa-sabar-saat-ditimpa-musibah-MlVao