Khutbah Jumat Singkat 2022 Penuh Makna, Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, Tema: Akhlak Berbeda Mazhab

inNalar.com – Khutbah Jumat Singkat 2022 tema akhlak berbeda mazhab yang menjadi pilihan telah dikehendaki Allah SWT bagi umat Islam, tidak hanya berbeda pada suku atau bangsa.

Dalam Khutbah Jumat Singkat 2022 ini diungkapkan pula tema akhlaq berbeda mazhab Aqidah, misalnya Imam Abul Hasan Al-Asy’ari (Asy’ariyah) dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi (Maturidiyah).

Disebutkan pula contoh tema akhlaq berbeda mazhab Tasawuf dalam Khutbah Jumat Singkat 2022 ini yaitu Imam Abul Qasim Junaidi al-Baghdadi atau Imam Abu Hamid Muhammad al-Ghazali.

Baca Juga: Niat Shalat Idul Fitri untuk Imam dan Makmum, beserta Bacaan Latin dan Artinya

Sedangkan tema akhal berbeda mazhab dalam bidang Fikih, Khutbah Jumat Singkat 2022 ini menjelaskan ada Syafi’i, Maliki, Hanafi, ataupun Hanbali, umat Islam tinggal memilihnya.

Walaupun ada banyak madzhab yang berbeda-beda dalam Islam, melalui Khutbah Jumat Singkat 2022 ini harapannya dapat terjadi adanya sikap saling menghormati.

Dikutip inNalar.com dari laman NU pada Kamis, 23 Juni 2022 Khutbah Jumat Singkat 2022 mengungkap juga sebab yang melatar belakangi perbedaan mazhab tersebut.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْاِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْعَظِيْمِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كُنِّيَ بِأَبِي الْقَاسِمِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِاَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah swt yang telah memberikan kita nikmat iman, islam, dan sehat wal afiat sehingga kita dapat melaksanakan shalat Jumat pada siang hari ini.

Baca Juga: 8 Manfaat Petroleum Jelly untuk Perawatan Kecantikan: Kulit, Bibir dan Rambut akan Sehat Berseri

Shalawat dan salam, mari kita haturkan kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada keluarganya, dan sahabatnya.

Semoga, kita semua selaku umatnya mendapatkan berkahnya. Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt, Sebagai umat Islam, kita harus senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt.

Siapa yang hari ini masih sama kadar keimanan dan ketakwannya dengan hari sebelumnya adalah orang yang merugi.

Sementara yang beruntung adalah dia yang mampu menjadi lebih baik setiap harinya.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Baca Juga: Hikmah dan Keutamaan Orang Sakit Menurut Buya Yahya: Pengabulan Doa Akan Mudah

Allah swt menciptakan manusia berbeda-beda. Bukan saja dari segi kebangsaan, kesukuannya, tetapi juga agamanya.

Bahkan, dalam satu agama saja, ada berbagai mazhab yang bisa menjadi pilihan menjalankan ibadah kepada Allah swt.

Dalam keyakinan aqidah, kita berpegang pada salah satu di antara Imam Abul Hasan Al-Asy’ari atau Asy’ariyah dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi atau Maturidiyah.

Di bidang tasawuf, kita dapat mengikuti hasil ijtihadnya Imam Abul Qasim Junaidi al-Baghdadi atau Imam Abu Hamid Muhammad al-Ghazali.

Sementara dalam bidang fiqih, umat Islam dapat memilih di antara mazhab Syafi’i, Maliki, Hanafi, ataupun Hanbali. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi perbedaan mazhab tersebut.

Baca Juga: Jelang MotoGP 2022, Jokowi akan Ngopi Wedang Jahe Bersama Marquez dan Pembalap lain di Istana Negara

Mulai dari pengambilan dalil, pemikiran, hingga konteks lingkungannya. Namun, satu hal yang pasti, kita harus tetap saling menghormati pilihan mazhab masing-masing.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Imam Syafi’i menyampaikan bahwa pendapatku benar, tapi sangat potensial keliru. Sementara pendapat orang lain itu keliru, tapi sangat mungkin benar.

Ulama pendiri mazhab Syafi’i itu tidak mengklaim pandangannya sebagai kebenaran absolut, mutlak, ataupun paling benar.

Beliau membuka ruang kemungkinan ijtihadnya salah. Bahkan, beliau pernah mengubah sejumlah pandangannya saat berhijrah ke Mesir dari Baghdad.
Pandangan awal saat masih di Baghdad disebut qaul qadim, sedangkan pendapatnya ketika sudah tinggal di Mesir disebut qaul jadid.

Artinya, kita tidak perlu merasa dan mengaku sebagai orang yang paling benar dan yang lain salah. Mereka benar dengan ijtihadnya. Kita juga mungkin benar dengan ijtihad ulama yang kita ikuti.

Baca Juga: NKRI Dicetuskan Hari Ini 3 April 72 Tahun Lalu, oleh Seorang Ulama Bernama Mohammad Natsir Lewat Mosi Integral

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Perbedaan mazhab atau pandangan dalam menjalankan Islam tidak perlu dibesar-besarkan sehingga menghalangi kita untuk berbuat baik.

Kita sebagai orang awam hanya perlu mengikuti ulama yang kita yakini kebenarannya. Tidak perlu memaksa orang lain untuk juga mengikuti apa yang kita anggap benar.

Imam Syafi’i berpandangan bahwa qunut adalah sebuah kesunnahan dalam shalat Subuh.

Namun suatu ketika, ia melaksanakan shalat Subuh tanpa membaca doa qunut sebagaimana yang beliau yakini dengan mendasarkan pada dalil yang diperolehnya.

Apa sebab? Bukan karena beliau lupa sehingga kemudian ia disunnahkan melaksanakan sujud sahwi sebelum menutupnya dengan salam.

Beliau sengaja tidak membaca doa qunut karena menghormati Imam Hanafi yang berkeyakinan tidak disunnahkan qunut dalam shalat Subuh.

Baca Juga: Niat Sholat Subuh Lengkap Disertai Doa Qunut agar Raih Pahala Berlipat di Bulan Ramadhan 2022

Kisah tersebut mengingatkan kita akan satu maqalah, al-adabu fawqal ‘ilmi¸ adab lebih tinggi ketimbang ilmu. Adab, etika, atau akhlak kita harus lebih didahulukan daripada pengetahuan yang kita miliki.

Sebab, ilmu bukanlah tujuan, melainkan hanya sebagai wasilah untuk dapat dipraktikkan dengan penuh kesantunan.

Sebab, Nabi Muhammad saw tidak sekadar untuk meningkatkan pengetahuan umat saat itu, melainkan agar berakhlak mulia.

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

Artinya: “Sungguh tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” Teladan kita adalah Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw dipilih karena akhlaknya yang sangat sempurna. Disebutkan dalam Al-Qur’an, Allah swt. berfirman. وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ Artinya: Sungguh engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas akhlak yang agung”. (Q.S. Al-Qalam [68]: 4).

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Baca Juga: Momen Kebersamaan Pratama Arhan dengan Asisten Shin Tae-yong Jadi Sorotan Warganet: Keluarga Bahagia di Kuwait

Oleh karena itu, mari kita sikapi perbedaan mazhab yang diyakini masing-masing individu Muslim dengan saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain.

Ini dimaksudkan agar Islam tetap terjaga keindahannya dengan beragam warna mazhab yang semuanya benar atas ijtihad para ulama masing-masing dan akhlak kita.
Semoga Allah swt dapat menjaga keindahan Islam dengan perbedaannya dan memberikan kekuatan kemampuan kepada kita agar dapat menjaga akhlak yang baik.

Perbedaan mazhab tidak menghalangi kita untuk tetap menghormati dan menghargai sesama Muslim.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Baca Juga: Link Pengumuman UTBK SBMPTN 2022 Dilengkapi dengan Cara Cek dan Unduh Sertifikatnya

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ.

أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَااِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Khutbah Jumat Singkat 2022 ini disusun oleh Ustadz Syakir NF, alumnus Pondok Buntet Pesantren Cirebon.***

Rekomendasi