Khutbah Jumat Edisi Terbaru 9 Desember: Memberi Tanpa Harus Merendahkan Orang yang Diberikan Bantuan

inNalar.com – Teks khutbah Jumat kali ini akan membahas tentang memberi dengan tanpa harus merendahkan kepada orang yang diberikan bantuan.

Sifat memberi dan saling membantu adalah sifat baik yang sangat terpuji kurang lebih di teks khutbah Jumat ini akan membahas demikian.

Naskah khutbah Jumat yang singkat ini semoga membantu dan mengingatkan pentingnya sifat saling tolong menolong.

Baca Juga: 6 Cara Menghentikan Overthinking Buat Kamu yang Selalu Merasa Takut dan Cemas Menghadapi Masa Depan

Pasalnya sifat memberi bantuan dan menolong ini selalu dianjurkan oleh Rasulullah SAW sehingga khutbah Jumat kali ini akan mengupas tentang itu.

Contoh khutbah Jumat terbaru dan singkat ini bisa menjadi bahan ataupun referensi bagi pembaca yang membutuhkan materi.

Terlebih untuk khotib sholat Jumat yang mungkin bisa menjadikan referensi untuk mencari materi khutbah Jumat.

Baca Juga: Daftar Artis Indonesia yang Tengah Hamil Anak Kedua, Ada Runner Up Puteri Indonesia 2017 Lho

Khotib sholat Jumat bisa langsung mengakses contoh teks khutbah Jumat yang singkat ini secara langsung.

Dilansir inNalar.com berikut contoh teks khutbah Jumat singkat edisi terbaru tentang memberi tanpa harus merendahkan yang menerima bantuan.

Hadirin Jamaah yang Berbahagia

Baca Juga: Profil Jung Hae In, Pemain Drama Connect yang Kehilangan Satu Matanya: Lengkap dari Biodata, Agama hingga Umur

Siang ini marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan beraneka karunia kepada kita sekalian.

Anugerah berupa keimanan dan keislaman. Sebab, kedua hal ini inilah yang menjadikan kita mampu mensyukuri nikmat dengan penuh hikmat.

Beberapa waktu lalu, baru saja kita mendapat musibah dari saudara-saudara kita yang berada di Cianjur dan sekitarnya yang terkena dampak dari gempa bumi.

Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat Terbaru Tentang Hidup, Sikap, dan Cinta, Adalah Pilihan

Akan tetapi, kita tetap harus patut bersyukur, karena dari bencana tersebut kita bisa merasakan bagaimana rasa tolong menolong masih sangat kuat berada disekeliling kita.

Sehingga hal tersebut mengajarkan kita untuk saling membantu, saling menjaga, dan turut serta melestarikan apa yang telah diwariskan dan diajarkan oleh para pendahulu kita, yakni memperkuat persatuan dan kesatuan Negara Indonesia.

Sudah barang tentu, kenyataan ini menuntut kita untuk mengoreksi kembali kepedulian kita. Sudahkah selama ini kita memiliki kepedulian terhadap orang-orang disekitar kita?

Baca Juga: Persija vs Borneo FC di Liga 1 2022: Ini Prediksi, Head to Head, dan Link Live Streaming

Jika sudah, maka pertanyaan selanjutnya adalah, cukupkah kepedulian kita selama ini untuk membantu meringankan beban hidup mereka?

Jika sudah cukup, maka pertanyaan selanjutnya adalah, apakah selama ini kita dapat meringankan beban mereka dengan ikhlas? Sampai di sini, hanya diri kita sendirilah yang dapat menjawabnya.

Jika kita mengaku beriman dengan sebenarnya, maka kita pasti akan mengaca pada diri kita sendiri, sudahkan kita memiliki kepedulian tanpa menyengsarakan?

Baca Juga: Link Live Streaming SCTV Brasil vs Korea Selatan di Piala Dunia 2022, Kick-off Pukul 02.00 WIB: Neymar On Fire

Betapa pun, jika keikhlasan hanya dapat kita rasakan sendiri, maka sebuah sikap tentu dapat dilihat dan dirasakan oleh orang lain.

Pertanyaannya adalah, apakah selama ini kita dapat memberikan sedekah dengan cara-cara yang ”elegan”?

Apakah cara kita memberikan sedekah tidak mengurangi harga diri mereka? Apakah setelah menerima sedekah, mereka masih memiliki sisa harga diri di hadapan kita?

Baca Juga: Nasib Makima Usai Ditembak di Chainsaw Man Episode 9 Sub Indo, Saksikan via Link Nonton yang Bukan Otakudesu

Jika jawabnya adalah tidak, maka mestinya kita instrospeksi diri, benarkah Allah memerintahkan kita untuk besedekah, berzakat atau menolong orang hanyalah untuk membuatnya kehilangan jati diri? Ramadhan kemarin benar-benar perenungan nyata.

Mungkin beberapa cuplikan ayat berikut ini dapat membantu kita menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

إنْ تُبْدُوْا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا اْلفُقَرَاءُ فََهُوََ خَيْرٌ لَكُمْ

”Jika kamu menampakkan sedekah, maka ini juga baik. Namun jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan adalah lebih baik bagimu. (QS. Al-Baqarah, 2:271).

Baca Juga: Bleach Thousand Year Blood War episode 9 sub Indo Gratis di Link Nonton Anime Ini: Apa Rencana Kyoraku?

Ayat ini menunjukkan bahwa bersedekah tanpa membuat publikasi justru lebih baik daripada kita bersedekah dengan mengundang para wartawan. Meskipun seandainya sedekah yang kita berikan memang benar-benar dibutuhkan oleh mereka.

Hadirin Sekalian yang Berbahagia

Kalau kita lihat zaman dahulu, Nabiyullah Sulaiman As yang merupakan seorang raja yang kaya raya bahkan pernah kedatangan tamu yang ingin memberikan sedekah.

Baca Juga: Ngeri, Tubuh Denji Dipotong di Chainsaw Man Episode 9 Sub Indo, Ini Link Nonton Full HD, Bukan di Anoboy

Lebih tepatnya untuk saat ini adalah upeti atau mungkin suap. Karena si pemberi sedang memiliki kebutuhan dengan sang Nabi Sulaiman.

Ini artinya sang pemberi sedekah berada dalam posisi yang lebih rendah sementara sang penerima sedekah berada dalam posisi yang lebih tinggi.

Namun demikian, sikap dan cara penyampaian dapat menjadikan sang penerima, yang semula lebih tinggi dapat mengalami penurunan derajat. Firman Allah tentang cerita Nabi Sulaiman ini diabadikan oleh al-Qur’an dalam surat al-Naml ayat 36.

Baca Juga: Profil Biodata Lukman Sardi Pemeran Arif Dirgantara di Kupu-Kupu Malam, Sugar Daddy yang Viral di Sosial Media

Ketika serombongan utusan yang disertai berbagai macam hadiah telah sampai kepada Nabi Sulaiman, maka Sulaiman berkata.

”Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.”

Pertanyaan Nabi Sulaiman semacam ini tentu saja membuat kecut perasaan para utusan tersebut.

Baca Juga: Amalan untuk Mendapatkan Jodoh yang Diinginkan dari Oki Setiana Dewi, Cukup Lakukan Dua Hal Ini

Utusan dari negeri seberang ini tersadar, seolah mereka dibuat malu karena dianggap mencoba menghinakan sekelompok kaum yang diperintah oleh seorang raja kaya dan bijak dengan rasa syukur yang teramat tinggi di hadapan Allah.

Dengan demikian upaya peremehan kepada Nabi Sulaiman beserta seluruh rakyat negerinya oleh para pembesar dari negara lain pun gagal total.

Kisah ini, sungguh memberikan ilustrasi perenungan yang teramat dalam kepada kita. Betapa semestinya kita tidak mudah dihinakan oleh mereka yang datang dengan membawa segepok sedekah yang belum tentu bermanfaat secara produktif kepada kita.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2 Dibuka, Catat Syarat Pendaftaran dan Alur Registrasi Online di Sini!

Dan betapa semestinya jika kita memberi sedekah, janganlah sampai merendahkan orang-orang yang akan menerima sedekah kita.

Karena yakinlah, bahwa sedekah kita sama sekali tidak berarti dibandingkan karunia yang diberikan kepada kita oleh Allah.

Seberapa pun berbagi, tidaklah perlu berpamer-pamer, apatah lagi sampai merasa bangga di hadapan Allah. Karena disinilah terdapat jebakan syetan kepada para hamba.

Baca Juga: BCA Mobile Error, Para Pengguna Mengeluh di Twitter karena Tidak Bisa Lakukan Transaksi: Merah Terus

Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT Karena itulah, pada kesempatan yang berbahagia ini, mari kita bersama-sama mengintropeksi diri kita masing-masing.

Semoga setiap kesalahan yang pernah kita lakukan pada bulan-bulan lalu dapat kita tinggalkan dan semoga segenap kebaikan yang kita tingkatkan pada bulan Ramadhan kemarin dapat kita pertahankan.

Dengan demikian maka kita sedang menaiki tangga insan kamil, tangga menuju kesempurnaan kemanusiaan di hadapan Allah SWT.

Baca Juga: Prediksi Brasil vs Korea Selatan Piala Dunia 2022: Review, Head To Head dan Susunan Pemain

Semoga Allah akan mengampuni dosa-dosa kita sekalian, dosa-dosa yang terdahulu maupun dosa-dosa yang akan datang.

Sehingga negeri ini dapat menjadi negeri dambaan yang senantiasa diberkahi Allah, kampung-kampung dan kota-kota dapat menjadi baldatun toyyibatun wa robbun ghofur.

Demikian teks khutbah Jumat singkat berjudul memberi tanpa harus merendahkan yang menerima bantuan semoga membantu untuk mengikatkan pentingnya sifat saling tolong menolong.

Baca Juga: Mobile Banking BCA Error Hari Ini, Lampu Indikator Tak Mau Hijau

***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]