Khutbah Jumat Edisi Bulan Februari 2023 Dengan Tema Bukti Kekuasaan Allah SWT

inNalar.com- Naskah khutbah Jumat terbaru edisi bulan Februari 2023 kali ini mengangkat tema bukti kekuasaan Allah SWT.

Naskah khutbah Jumat edisi bulan Februari 2023 ini sangat mudah dipahami karena penggunaan kalimat yang ringan dan jelas.

Artikel khutbah Jumat edisi bulan Februari 2023 tidak hanya dibawakan ketika Shalat Jumat saja, tetapi bisa menjadi kultum atau tausiah dimanapun.

Baca Juga: Materi Singkat Khutbah Jumat Edisi 24 Februari 2023 Bertema Sosial Sebagai Ritual untuk Mengambil Berkah Allah

Bukti kekuasaan Allah SWT tidak terbatas, tidak terjangkau dan tidak tertandingi. Sedangkan kekuasaan yang terbatas itu ada pada makhluk-Nya.

Menciptakan langit dan bumi, manusia, menjadikan siang dan malam, merupakan salah satu dari sekian banyaknya bukti kekuasaan Allah SWT.

Kita sebagai makhluk yang diciptakan Allah SWT hanya bisa menikmati dan selalu bersyukur serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Terbaru Edisi Bulan Februari 2023, dengan Tema Memaknai Dunia sebagai Ladang Akhirat

Maka karena itu, naskah khutbah Jumat ini sangat bagus untuk di bawakan ketika tausyiah.

inNalar.com telah merangkumnya melalui web tebuireng.com tentang naskah khutbah Jumat edisi bulan Februari 2023 dengan tema bukti kekuasaan Allah SWT.

الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه وَلاَ نَبِيَّ بَعدَهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

فَيَاعِبَادَ اللهِ اوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقوَى الله اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Marilah senantiasa kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, dengan haqqa tuqahtihi (sebenar-benar takwa). Menjalankan perintah dan tinggalkan larangan-Nya. Janganlah sekali-kali meninggalkan dunia ini, kecuali dalam keadaan Islam dan Khusnul Khatimah.

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat dengan Tema Isra Miraj: Hikmah dari Terjadinya Peristiwa Isra dan Miraj

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Dalam sebuah riwayat disebutkan ada empat orang yang digelari malik Al–ardh (penguasa dunia). Wilayah kekuasaan mereka membentang dari Timur hingga Barat, memiliki pasukan militer kuat dan kekayaan hebat. Dua di antaranya berasal dari golongan orang mukmin. Yang pertama, Nabi Sulaiman, dan Dzulqarnain.

Nabi Sulaiman adalah seorang raja yang punya kuasa luar biasa. Rakyatnya buka golongan manusia saja, tapi juga golongan jin. Beliau dianugerahi Allah kemampuan untuk berbicara dengan hewan. Karena Nabi Sulaiman memang memohon kepada Allah. Dibuktikan dengan ayat:

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Dia (Sulaiman) berkata, “Ya tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, engkaulah yang Maha Pemberi”. (Q.S. Shad: 35).

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Isra Miraj Edisi 17 Februari 2023: Memahami Perstiwa Isra Miraj

Allah kabulkan permintaannya dan juga memperkuat kerajaannya.

وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ

Dan kami kuatkan kerajaannya dan kami berikan hikmah kepadanya serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara. (Q.S. Shad: 20)

Oleh karena itu, kita kenal bahwa Sulaiman di samping seorang nabi, juga merupakan raja yang sangat adil dalam menyelesaikan berbagai perselisihan antar rakyatnya.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat tentang Jihad Tanpa Pertempuran, Tantangan Nyata bagi Umat Islam Masa Kini

Yang kedua, Nabi Dzulqarnain. Ia diberi kedudukan oleh Allah, seperti yang telah dimaktabkan dalam Al-Quran pada ayat:

إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا

Sungguh, Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi. Dan Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai segala sesuatu). (Q.S. Al-Kahfi: 84)

Tetapi walau keduanya memiliki kekuasaan yang hebat, mereka tetap hamba Allah yang saleh dan taat.

Sedangkan, dua penguasa yang lain itu berasal dari kaum kafir. Salah satunya Namrud, seorang raja yang hidup pada zaman Nabi Ibrahim.

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Terbaru 2023: Eksistensi serta Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Hukum di NKRI

Ia memiliki pasukan militer hebat, serta kekayaan berlimpah. Bahkan Allah menganugerahi kecerdasan dan fisik prima. Konon Namrud tidak pernah menderita sakit selama 400 tahun.

Namun, kelebihan-kelebihan yang dimiliknya tersebut menjadikannya raja yang sombong. Sampai-sampai, atas dasar kelebihan semua itu, Namrud menganggap dirinya sebagai tuhan.

Alhasil, ia berlaku lalim terhadap rakyatnya. Ia tidak segan membunuh rakyat yang tidak mau mengakui dirinya tuhan.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Singkat Terbaru Edisi 10 Februari 2023, Tema: Menolong Sesama Muslim

Hingga suatu hari, ia didatangi malaikat Allah yang mengajaknya beriman. Peristiwa itu terjadi tiga kali. Akan tetapi ia menolak menjadi hamba beriman.

 Akhirnya, Namrud ditantang oleh Allah untuk mengumpulkan seluruh bala tentaranya. Lalu Allah mengirim jutaan ekor nyamuk agar menghisap darah tentaranya. Akibatnya seluruh kekuatan militernya hancur lebur.

Ada salah satu dari jutaan makhluk kecil itu masuk ke rongga kepala Namrud melalui lubang hidungnya. Dan berdiam di sana selama ratusan tahun menyiksa kepalanya. Bahkan, Namrud membentur-benturkan kepalanya sebab sakit tak terkira. Hingga ajal menjemputnya.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Terbaru Edisi 10 Februari 2023 tentang Kematian yang Menjadi Pengingat Akhir Kehidupan

Jamaah Jumah Rahimakumullah

Pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa ini, sesungguhnya kekuatan, kekayaan, dan kekuasaan bukan untuk dibanggakan, apalagi disombongkan. Namun semua itu harus disyukuri, dijadikan wasilah agar semakin dekat dengan Allah SWT. Tentu kita tidak ini lahir Namrud-Namrud baru lahir di jaman modern ini.

Ada sebuah negara yang memiliki penduduk besar, militer kuat, serta teknolgi canggih di dunia, yakni Cina. Karena kelebihan-kelebihan itu, presidennya, Xi Jin Ping mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang mampu menggoncang Cina”.

 Tidak lama setelah pemimpin mengucapkan itu, salah satu kotanya, Wuhan diserang oleh makhluk Allah yang sangat kecil, yakni virus Corona. Yang tidak mungkin melawannya dengan kekuatan militer. Akhirnya, seluruh dunia menjadi geger. Lebih dari dari ratusan ribu orang terinfeksi.

Maka sebagai manusia beriman, kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini bahwa tidak butuh gempa yang dahsyat dan tsunami besar agar bisa mengguncangkan Cina. Karena Allah tidak segan membuat nyamuk atau sesuatu lebih besar dari itu sebagai kebenaran-Nya.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpaan seekor nyamuk atau yang lebih besar dari itu. Adapun orang-orang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpaan itu?”. Dengan (perumpaan) itu banyak orang yang dibiarkan sesat, dan dengan tu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Allah tidak menyesatkan seseorang kecuali orang fasik. (Q.S Al-Baqrah: 26)

Maka bersyukurlah kita kepada Allah dijadikan hamba yang beriman, bukan hanya soal ibadah, juga mencakup soal finansial. Makanan kita diatur, halal, baik, bersih dan suci. Larangan terhadap barang haram, seperti kelelawar, kecoak, dan lain-lain. Ke semuanya merupakan anugerah dari Allah bagi orang mukmin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]