Khutbah Jumat dengan Tema Sholat yang Sebaiknya Dilakukan Secara Singkat


inNalar.com –
Ini adalah artikel yang berisikan tentang khutbah Jumat dengan tema shalat yang sebaiknya dilakukan dengan singkat.

Artikel khutbah Jumat ini dapat dibawakan saat sholat Jumat atau pada kegiatan keagamaan lainnya untuk umat Islam.

Pada artikel khutbah Jumat yang dikutip dari situs resmi muslim.or.id ini berjudul shalat yang sebaiknya dilakukan dengan singkat.

Baca Juga: Ceramah Syekh Ali Jaber: Biarkan Rezeki Mendatangimu dengan Melakukan 4 Amalan ini

Laki laki sebagai umat Islam wajib hukumnya untuk melaksanakan sholat Jumat di Masjid.

Begitu juga dengan mendengarkan khutbah Jumat pada saat melaksanakan sholat Jumat ini.

Mendengarkan khutbah Jumat ini dapat meningkatkan keimanan dan ketenangan batin.

Baca Juga: Tips Menarik Dari Syekh Ali Jaber Agar Hubungan Suami Istri Lebih Romantis, Simak dibawah ini

Dengan tema shalat yang sebaiknya dilakukan dengan singkat inilah isinya.

Simak khutbah Jumat dibawah ini.

Assalamualaikum wr.wb.

Jamaah sekalian yang dimuliakan Allah swt, marilah kita mengucap syukur atas ridho-Nya kita dapat bertemu dan berkumpul di Masjid ini untuk tujuan yang mulia.

Shalawat serta salam marilah kita sanjung agungkan kepada baginda Rasulullah saw yang syafaatnya kita tunggu di hari akhir nanti.

Jamaah rahimakumullah,

Shalat adalah ibadah yang agung dalam Islam. Shalat adalah tiang agama, pembeda antara iman dan kufur.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius Kamis, 24 November 2022 Hari ini : Siap-siap karena Anda akan Terkena Banyak Distraksi

Shalat juga adalah amalan yang akan dihisab pertama kali di hari kiamat. Maka asalnya, shalat itu semestinya dikerjakan dengan tenang.

Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengancam orang yang shalatnya terlalu cepat sehingga tidak tuma’ninah.

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته“. قالوا: يا رسول الله! وكيف يسرق من صلاته؟ قال: لا يُتمّ ركوعها وسجودها

“Pencuri yang paling bejat adalah orang yang mencuri dalam shalatnya”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dalam shalat itu?”. Beliau menjawab: “Yaitu dengan tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya” (HR. Ibnu Hibban no. 1888, dihasankan Al Albani dalam Ashl Sifat Shalat Nabi, 2/644).

Baca Juga: 10 Ucapan Selamat Hari Guru Nasional yang Tulus dan Menyentuh Hati, Cocok Dipakai pada 25 November 2022

Namun ada beberapa shalat yang disyariatkan dikerjakan dengan ringan dan ringkas, tidak berlama-lama. Yaitu beberapa shalat berikut ini:

  1. Shalat sunnah thawaf

Dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, ia mengatakan:

فَجَعَلَ المَقَامَ بيْنَهُ وبيْنَ البَيْتِ كانَ يَقْرَأُ في الرَّكْعَتَيْنِ {قُلْ هو اللَّهُ أَحَدٌ} وَ{قُلْ يا أَيُّهَا الكَافِرُونَ}

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam (setelah thawaf) beliau menjadikan maqam ibrahim ada di antara beliau dan Ka’bah. Kemudian dalam shalat tersebut beliau membaca surat Qulhuwallahu ahad dan Qul yaa ayyuhal kafirun” (HR. Muslim no. 1218).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan:

واعلم أن المشروع في هاتين الركعتين : التخفيف ، وأن يقرأ فيهما ( قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ) ، و ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وأنه ليس قبلهما دعاء ، وليس بعدهما دعاء

“Ketahuilah bahwa yang disyariatkan dalam mengerjakan dua rakaat setelah thawaf adalah denagn takhfif (ringkas). Dan membaca Qul yaa ayyuhal kafirun dan Qulhuwallahu ahad. Dan tidak ada sebelumnya tidak ada doa, demikian juga setelahnya tidak ada doa” (Majmu’ Al Fatawa Ibnu Al Utsaimin, 24/463-464).

  1. Shalat sunnah fajar (qobliyah subuh)

Dari Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata:

كانَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بيْنَ النِّدَاءِ والإِقَامَةِ مِن صَلَاةِ الصُّبْحِ

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya shalat dua rakaat yang ringan antara adzan dan iqamah shalat subuh” (HR. Bukhari no. 619, Muslim no. 738).

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma, beliau berkata:

أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ إذَا اعْتَكَفَ المُؤَذِّنُ لِلصُّبْحِ، وبَدَا الصُّبْحُ، صَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أنْ تُقَامَ الصَّلَاةُ

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya ketika muadzin sudah terdiam di waktu subuh, dan sudah masuk waktu subuh, maka beliau shalat yang ringan dua rakaat sebelum iqamah” (HR. Bukhari no. 618, Muslim no. 723).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan:

سنة الفجر السنة فيها التخفيف

“Shalat sunnah fajar disunnahkan dikerjakan secara ringaks” (Liqa Babil Maftuh, 44).

  1. Shalat sunnah tahiyatul masjid di hari Jum’at jika datang ketika khatib sudah khutbah

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, ia berkata:

جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ ، فَجَلَسَ ، فَقَالَ لَهُ : ( يَا سُلَيْكُ ، قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ، وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا)، ثم قال: (إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ، وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا

“Sulaik Al Ghathafani atang di hari Jum’at ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sudah berkhutbah. Sulaik pun duduk.

Maka Nabi bersabda: wahai Sulaik, berdirilah kemudian shalat dua rakaat dan percepatlah shalatnya”

Kemudian setelah itu Nabi bersabda: “Jika kalian mendatangi masjid di hari Jum’at ketika imam sudah berkhutbah, maka shalatlah dua raka’at dan percepatlah shalatnya” (HR. Muslim no. 875).***

https://muslim.or.id/47645-beberapa-shalat-yang-dianjurkan-dikerjakan-secara-ringkas.html

 

 

Rekomendasi