

inNalar.com – KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, dalam salah satu sesi ceramahnya, menjelaskan tentang keutamaan orang yang bekerja terutama di bulan Ramadhan.
Gus Baha membahas secara khusus tentang nilai yang diperoleh bagi orang yang bekerja di bulan Ramadhan.
Pembahasan tentang keutamaan bekerja pun terdapat pembahasannya tersendiri dalam kitab yang diambil penjelasannya oleh Gus Baha.
Pada salah satu sesi ceramahnya, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim mengutip beberapa poin yang dijelaskan dalam kitab Ihya` halaman 85 tentang pentingnya bekerja, terutama di bulan Ramadhan.
“Dikatakan dalam kitab ini bahwa ada sebagian dosa yang tidak dapat dihapuskan oleh istighfar, sedekah ataupun wiridan…,” terang Gus Baha.
“Yang bisa menghapuskan dosa itu hanya kalau kita serius atau kepikiran untuk mencari ma’isyah atau rizki,” lanjut Gus Baha.
Bekerja memiliki keistimewaannya tersendiri, karena di tempat kerja itulah terlahir bentuk-bentuk kebaikan lainnya yang akan mengikuti orang tersebut.
Sebagai gambarannya, Gus Baha menggambarkan seseorang yang berangkat untuk bekerja saat bulan Ramadhan dalam rangka mencari nafkah.
Kemudian orang yang bekerja tersebut memposisikan dirinya sebagai seseorang yang mengharapkan ampunan Allah dengan mengusahakan penghidupan yang halal bagi dirinya.
Selain itu, ketika seseorang berangkat bekerja, terutama di bulan Ramadhan, muamalah dengan orang lain pun dapat terjalin.
Contohnya seperti menyenangkan orang lain, membantu meringankan beban rekan kerja, dan menjalin silaturahmi.
Gus Baha mengingatkan bahwa ibadah tidak sekadar berbentuk shalat saja, melainkan bekerja pun menjadi satu kegiatan yang ternyata mampu melahirkan bentuk ibadah lainnya.
Baca Juga: Alert! Inilah Keistimewaan Bekerja Sambil Beribadah Puasa di Bulan Ramadhan Menurut Gus Baha
Terlebih lagi jika kegiatan bekerja dilakukan saat bulan Ramadhan yang dilipatgandakan pahalanya.
Keutamaannya menjadi sangat besar bagi orang yang bekerja, karena meski lelah dirasakan, tetapi orang seperti ini tetap berjuang menjaga puasanya hingga waktu berbuka.
Alasan inilah yang menyebabkan kegiatan bekerja dapat dikatakan sebagai salah satu kegiatan yang sepatutnya tidak diremehkan nilai pahalanya.
Baca Juga: Gus Baha Beberkan Amalan Kyai Terdahulu untuk Mendapat Kemuliaan Malam Lailatul Qadar
Gus Baha mengimbau agar setiap muslim senantiasa selalu melihat bagaimana cara pandang kita terhadap bentuk ibadah.
Gus Baha juga mengingatkan bahwa kita tidak perlu memandang orang yang bekerja hanya dari sudut pandang duniawinya saja, karena boleh jadi suatu kebermanfaatan dapat lahir dari apa yang dikerjakannya.
Sehingga dengan mengatur kembali sudut pandang kita sebagai muslim, kita tidak akan merendahkan atau meremehkan bagaimanapun bentuk ibadah yang dilakukan oleh orang lain.
Baca Juga: Tora Sudiro Akui Syuting Para Pencari Tuhan Jilid 16 Bikin Adem: Serasa Deket Sama Allah
Menurut Gus Baha, kita sebagai muslim perlu mengapresiasi segala bentuk aktivitas yang dapat mendatangkan pahala seperti bekerja, karena Islam pun juga memberikan keistimewaannya tersendiri bagi mereka.***