

inNalar.com – Puasa Arafah merupakan salah satu sunnah yang bisa dikerjakan oleh umat islam saat Bulan Dzulhijjah.
Bagi setiap umat Islam yang belum berkesempatan untuk berhaji dianjurkan untuk melakukan Puasa Arafah.
Sedangkan untuk umat Islam yang sedang wukuf di Padang Arafah maka disunnahkan untuk tidak berpuasa.
Hal ini berdasarkan pendapat dari Imam Syafi’i dan Ulama Sayafi’iyah sebagaimana dikutip inNalar.com dari buku Amalan Awal Dzulhijjah Hingga Hari Tasyrik karya Muhammad Abduh Tuasikal.
Baca Juga: 8 Kombinasi Makanan Umum yang Mengancam Kesehatan Perut, Cek Apa Saja Kombinasinya!
Imam Syafi’i dan Ulama Syafi’iyah berpendapat disunnahkan Puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah.
Lebih lanjut dikatakan adapun bagi orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah maka disunnahkan untuk mereka tidak berpuasa.
Sementara itu Ibnu Muflih dalam kitab Al Furu’ mengatakan jika disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Puasa Arafah yang utama lebih–lebih dilakukan pada hari ke Sembilan, yaitu saat hari arafah. Pendapat ini juga kemudian disetujui oleh para ulama.
Pada umumnya Puasa Arafah memiliki waktu yang dimulai pada 1 Dzulhijjah hingga 9 Dzulhijjah.
Baca Juga: 3 Hal Penting yang Perlu Anda Ketahui Tentang Penyakit Flu
Setiap muslim juga boleh melakukan pemilihan hari yang diinginkan untuk berpuasa yang lebih utama memang dilakukan pada 9 Dzulhijjah.
Terkait pengampunan dosa yang menjadi balasan bagi muslim yang melakukan Puasa Arafah, terdapat beberapa perbedaan pendapat yang menyertainya.
Sebagian ulama berselisih pendapat terkait pengampunan dosa ini, banyak yang mengatakan jika pengampunan yang dimaksud adalah untuk dosa kecil.
Imam Nawawi mengatakan jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak semoga ditinggikan derajat untuk orang yang berpuasa.
Baca Juga: Profil Nathalie Holscher, Istri Sule yang Sempat Dikabarkan Bertengkar dengan Putri Delina
Sedangkan Ibnu Taimiyah menjelaskan jika bukan hanya dosa kecil yang akan diampuni, melainkan juga dosa besar.
Pada dasarnya setiap amalan kebaikan yang kita lakukan akan mendapatkan balasan yang baik, asalkan setiap muslim ikhlas dalam melakukannya.***
Sumber: Buku Amalan Awal Dzulhijjah Hingga Hari Tasyrik karya Muhammad Abduh Tuasikal
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi